Tak henti-hentinya para ilmuwan mencoba hal baru terkait energi. Ilmuwan dari Bowling Green State University menemukan suatu penemuan teknologi pembangkit listrik tenaga surya yang konon menghasilkan hidrogen. Penemuan ini sontak menggairahkan minat para ilmuwan untuk lebih dalam meneliti hal ini. Pasalnya hidrogen dipandang ilmuwan sebagai sumber energi masa depan karena menawarkan sumber energi yang tak terbatas, memiliki sifat mudah terbakar, dan tentunya bersih.

Menurut informasi Ubergizmo yang dilansir dari Merdeka, pengembangan teknologi panel surya terbaru ini mempunyai core pada penggunaan material nano-crystal buatan. Material tersebut memiliki dua komponen sekaligus yaitu yang bersifat photo catalysis yang mampu menghasilkan hidrogen ketika panel ditenggelamkan pada permukaan air. Komponen kedua bersifat photovoltaic, mengubah cahaya menjadi energi listrik.

Panel surya terbaru ini berhasil diproduksi dalam skala riset. Namun ilmuwan yakin mereka dapat mewujudkannya dalam skala besar atau industri. Bila berhasil maka impian untuk mendapat energi bersih tidak hanya menjadi angan-angan.

Hidrogen memang digadang-gadang sebagai sumber energi masa depan. Meskipun demikian, tidak mudah bagi para ilmuwan untuk memproduksi senyawa ini dalam jumlah besar dan dalam skala keekonomian. Walaupun bahan baku pembuatan sangat melimpah. Masalahnya ada pada pemisahan molekul hidrogen (H) dari bahan bakunya, Air (H2O), yang membutuhkan energi listrik yang sangat besar. Hal ini terkait dengan skala keekonomiannya.