Menurut data yang dirilis Central for Disease Control and Prevention (CDC), malaria merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia. Sekitar 3,3 miliyar orang atau setengah dari populasi dunia berada di wilayah dengan tingkat penularan malaria yang cukup tinggi. Pada tahun 2010, diperkirakan terjadi 216 kasus malaria dengan angka kematian mencapai 650.000 jiwa terjadi di seluruh dunia. Sekitar 91% diantaranya terjadi di Afrika.

Oleh karena itu, malaria memang menjadi salah satu momok yang menakutkan terutama bagi warga Afrika. Selama ini, pengobatan dilakukan secara konvensional dan bertahap yang mengakibatkan semakin lama parasit malaria menjadi resisten terhadap obat-obatan.

Permasalahan ini nampaknya yang hendak dipecahkan oleh para peneliti dari Science Department University of Cape Town Afrika Selatan.Saat ini mereka sedang mengembangkan sebuah obat dengan dosis tunggal untuk malaria. Obat ini di klaim mampu membunuh parasit secara langsung.

Dalam penelitian ini, uji klinis dijadwalkan berakhir pada 2013. Ini adalahpenemuan klinis pertama dari Afrika dari program industri farmasi modern. Obat ini telah diujicoba pada hewan dan telah menunjukkan keberhasilannya dalam melawan parasit malaria.

“Ini adalah pertunjukkan bagaimana keberhasilan dapat dicapai bila para peneliti berfikiran terbuka. Penemuan ini adalah kemenangan penting dalam pertempuran untuk meringankan beban penyakit di Afrika,” ujar Menteri Sains dan Teknologi Afrika Selatan Naledi Pandor.