Sebagai salah satu sumber energi alternatif, turbin angin justru berdampak buruk pada populasi burung dan kelelawar. Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa burung dan kelelewar sering terjebak pada mata pisau turbin angin.

Oleh karena itu, para peneliti kini mulai mengembangkan desain turbin angin yang ramah lingkungan. Salah satunya yang sedang dikembangkan oleh Sigma Design. Desain turbin angin yang disebut The CWP Compressed Air Enclosed Wind Turbine ini, mulai digagas sejak tahun 1989 oleh Raymond Green.

Menurut Green, desain ini bisa diproduksi massal baik dengan skala kecil maupun skala besar.

“Turbin tradisional memiliki tiga mata pisau. Saat berputar dengan kecepatan antara 80mph-190 mph, burung-burung tidak dapat melihatnya sehingga seringkali menabrak turbin angin tersebut. Pada desain kami pisau dipasang windsock.  Kami juga membuat turbin angina ini tanpa suara sehingga tidak mengganggu burung dan kelelawar.

Turbin CWP menggunakan Inner Compression Cone Technology, yang diklaim mampu menekan dan memampatkan udara yang masuk agar mampu menciptakan lebih banyak daya pada turbin.