Sebuah riset yang diadakan oleh GFK menunjukkan untuk Juni 2012, yang mencakup 12 kota besar Indonesia, pangsa pasar 21,6% tersebut tumbuh 5,5 persen hanya dalam jangka waktu lima bulan pada bulan januari 2012, yang hanya 16,1%. Pangsa pasar ini merupakan rekor pangsa tertinggi yang pernah dicapai AMD Indonesia sampai saat ini.

“Kunci keberhasilan kami adalah notebook dengan prosesor AMD diposisikan sebagai notebook yang memberikan nilai lebih dibandingkan notebook lain sejenis dalam rentang harga yang sama,” ujar Hermawan Sutanto, Country Head AMD Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Rabu 29 Agustus 2012.

Hermawan menambahkan, dukungan kelebihan utama prosesor AMD terletak pada fitur grafis yang superior di kelasnya. Sehingga ini memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menikmati internet lebih cepat, video HD lebih mulus, games 3D lebih realistis, bahkan aplikasi dan OS terkenal (seperti Windows 8, Adobe dan Corel) bisa dipercepat dengan prosesor Accelerated Processor Unit (APU) yang dibenamkan.

Hal tersebut memungkinkan karena terdapat prosesor grafis Radeon, yang juga telah terpilih untuk menjalankan grafis XBOX360 dan Nintendo Wii, di dalam keping prosesor APU AMD. Ia mengatakan APU dari AMD telah memenangkan gelar terhormat di ajang Computex 2 tahun berturut-turut yaitu 2011 dan 2012.

Untuk semakin meningkatkan penguasaan pasar AMD, strategi ke depan adalah memperkuat positioning tersebut. “Sebagai contoh dengan peluncuran Samsung Ultrathin sebagai laptop super tipis dengan harga mainstream, Asus Slimbook sebagai laptop sehari-hari dengan harga netbook, dan Sony VAIO E11 sebagai notebook paling modis dan kompak dengan harga terjangkau. Juga model-model baru lainnya yang akan segera menyusul,” katanya.

Selain dengan Samsung, Asus dan Sony, AMD juga menjalin kemitraan dengan produsen notebook yang lain seperti Acer, Lenovo, HP, dan Toshiba, untuk menjadi motor utama pertumbuhan pangsa pasar AMD dengan menghadirkan laptop-laptop bertenagakan Accelerated Processor (APU) dari AMD.