Teknologi Informasi saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat cepat, tingkat pertumbuhan ini di dukung oleh kesadaran masyarakat atas manfaat teknologi informasi diberbagai bidang kehidupan. Teknologi Informasi telah mampu mengintegrasikan nilai-nilai yang sebelumnya dianggap mustahil tercapai, di antaranya kecepatan informasi, efisiensi dan efektivitas. Internet sebagai salah satu instrumennya, tidak bisa dihindari lagi telah menjadi kebutuhan masyarakat dewasa ini.

Sejalan dengan pertumbuhan itu, PT Masvent Technosoft sebagai salah satu perusahaan IT turut berperan aktif di pengembangan software enterprise. Muhammad Agus Salim, Founder sekaligus CEO PT Masvent Technosoft mengemukakan bahwa saat ini industry software enterprise  masih kurang massif dibandingkan dengan software consumer. 

“Kalau kita lihat memang masih didominasi oleh industri software consumer, padahal nilai pasar lebih banyak di software enterprise sampai sekarang”, terangnya.

Ia melanjutkan bahwa software enterprise di Indonesia masih didominasi oleh perusahaan asing. Di lain pihak, perusahaan yang telah berdiri lima tahun ini, tidak hanya mempunyai klien di dalam negeri saja, bahkan sampai Singapura dan Brunai. 

“Total klien kami ada sekitar 30 perusahaan. Dari total tersebut, lebih banyak di perbankan dan finance”, tutur pria lulusan ITB.

Perusahaan yang mempunyai visi “empower business to become smarter” ini, mempunyai produk Profesional Services: Software Development dan Middleware Integration, Executive Information System (mSeven EIS Dashboard), mobile & web, versi Turnke, dan rencana di Desember di 2012 akan meluncurkan produk Customer Relationship Management (Selzapp CRM), mobile & web, versi SaaS dan Turnkey.

“Untuk keunggulan diproduk kami, EIS Dashboard: instant access to company performance, instant integration in the executive level dan CRM: collaborative, perpaduan antara enterprise software, IT consumerization dan gamification”, ujarnya.

Semakin bertumbuhnya perusahaan, dia menargetkan penjualan di tahun 2012 USD2,5 M dan target untung 30%. Sementara di tahun lalu perusahaannya meraup keuntungan dari penjualan sekitar USD1 M.