Sepertinya permasalahan antara Iran dan Amerika atas pembangunan nuklir di Iran merembet hingga penutupan mengakses game World of Warcraft untuk para gamer Iran. Hal ini dilakukan Blizzard atas perintah otoritas Amerika Serikat yang melarang berhubungan dengan negara tertentu, termasuk Iran.

Bisa dikatakan, jumlah pemain World of Warcraft di Iran diperkirakan hanya berjumlah ratusan dari 10 juta gamer yang terdaftar dalam game tersebut. Jumlah yang tak terlalu banyak.  Masalah ini mulai terendus dari beberapa forum online game di kawasan Eropa. Sejumlah gamer di Iran mengeluh tidak bisa mengakses Word of Warcraft. Namun seperti yang dilaporkan oleh beberapa media, ketika menggunakan proxy dari negara lain, game tersebut bisa diakses seperti biasa.

Karena semakin banyaknya gamer yang mengeluh setelah penutupan akses tersebut Blizzard akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi soal penutupan akses di Iran.

“Minggu ini Blizzard memperketat prosedur sesuai dengan perintah undang-undang, dan para pemain dari negara yang dilarang tidak diizinkan mengakses game dan layanan Blizzard,” tulis pernyataan produsen game asal Califoria, Amerika Serikat itu.

Sayangnya, penutupan akses bagi para gamer di Iran tidak dibarengi dengan kompensasi sedikitpun. Blizzard tidak melakukan refund terhadap ratusan akun yang masih memiliki credit. Entah kenapa alasan Blizzard tak melakukan hal itu.

Ternyata bukan hanya World of Warcraft saja, melainkan ada beberapa game online lain yang tidak bisa diakses oleh Iran, termasuk Guild Wars terbitan NCsoft. Para pemain mengklaim mendapat peringatan bahwa layanan yang dituju diblok saat ingin mengakses game tersebut.