Setelah sembilan juri dalam persidangan di pengadilan federal San Jose, California memutuskan menolak klaim Samsung yang mengatakan bahwa produk mereka tidak melanggar paten milik Apple. Para juri ini berpendapat sejumlah produk telekomunikasi yang diproduksi oleh Samsung telah melanggar paten dari desain dan perangkat lunak yang sebelumnya telah dimiliki oleh Apple.

Akibat kekalahan Samsung memang dirugikan, namun di sisi lain, banyak pihak menilai Samsung akan cepat bangkit dari kekalahan tersebut. Dengan uang tunai US$21 miliar, pembayaran denda US$1,05 miliar mungkin bukan masalah bagi Samsung. Samsung juga masih menjadi produsen smartphone terbesar di dunia, yang menghasilkan 70% dari seluruh profit konglomerasi asal Korea Selatan itu. 

Selain itu, atas keputusan ini, Apple kemungkinan akan mencoba mengajukan pelarangan impor sejumlah produk Samsung untuk bisa masuk ke dalam pasar di AS. Ini membuat beberapa ponsel Galaxy mungkin dilarang penjualannya di Amerika Serikat. Namun reputasi Samsung yang cepat memproduksi atau memodifikasi handset, membuat ponsel yang dilarang bisa segera diubah sehingga tak lagi melanggar paten dan bisa dijual kembali.

“Samsung telah membuat beberapa perubahan di produk barunya sejak gugatan pertama dilayangkan lebih dari setahun lalu. Dengan keputusan tersebut, mereka cenderung akan membuat perubahan lagi atau bisa saja memutuskan menaikkan harga produk untuk menutupi pembayaran paten,” kata Seo Won seok, analis di Korea Investment & Securities.

Tak hanya Samsung, permintaan Apple untuk membayar royalti atas patennya juga bisa membuat vendor lain kena sasaran dan membuat harga produknya naik. Dan banyak pihak menilai, popularitas Samsung justru meningkat terkait perseteruannya dengan Apple. 

Sementara pihak Samsung sendiri enggan menganggap ini sebagai kekalahan mereka, seperti yang ditulis oleh New York Times, Sabtu (25/8/2012), Samsung memandang ini bukan kekalahan mereka, namun kekalahan konsumen smartphone AS secara keseluruhan dan meminta kekalahan ini tidak dilihat sebagai kemenangan pihak Apple, melainkan sebagai kerugian bagi konsumen yang berpotensi mendorong harga smartphone dan tablet PC menjadi lebih mahal karena variasi produk yang semakin sedikit.

“Ini akan menyebabkan sedikit pilihan, kurangnya inovasi, dan potensi harga produk yang lebih tinggi,” kata Samsung dalam pernyataannya. Konsumen, masih menurut Samsung, memiliki hak untuk memilih, dan konsumen dinilai melakukannya dengan sadar saat membeli produk-produk Samsung.