Setelah karyanya diblokir oleh penyedia layanan video Youtube.com atas permintaan Menkominfo Tifatul Sembiring, kini pembuat dan pengunggah video bernuansa SARA sepertinya tak akan tidur nyenyak. Apa pasal? Ternyata pihak kepolisian telah mengetahui sumber dari pengunggah video tersebut. Polisi menggandeng instansi terkait guna menguak kasus tersebut.

“Sumbernya sudah diketahui, tapi kita masih pendalaman dulu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (24/8/2012).

Rikwanto menambahkan, pihak Cyber Crime Polda Metro Jaya menggandeng Kementerian Kominfo, Panwaslu dan pakar internet untuk mengungkap siapa pelaku video SARA tersebut.

“Kita telah koordinasi dengan mereka, dan kita sudah ketahui kapan mereka meng-uploadnya,” jelas Rikwanto. Selain itu, Rikwanto juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terkait isu-isu SARA yang bisa memprovokasi.

Menko Polhukam Djoko Suyanto menyesalkan adanya tayangan di youtube yang berbau provokasi terkait Pilgub DKI Jakarta. Di dalam video itu ada seseorang yang memakai penutup kepala mendiskreditkan etnis tertentu. Orang itu mengancam agar kelompok tersebut tidak ikut Pilgub, bila tidak kerusuhan mengancam.

“Beredarnya video hasutan di youtube yang mendiskreditkan golongan etnis tertentu. Di dalam video tersebut ada seorang berwajah tertutup dengan background diedit peristiwa kerusuhan ’98. Orang ini mengancam untuk tidak ikut dalam Pilkada DKI kepada kelompok tertentu sebab kalau itu terjadi peristiwa ’98 akan terjadi,” kata Djoko di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta.