Terkait dengan beredarnya video yang sarat dengan isu SARA yang sangat meresahkan, akhirnya Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring menyatakan, pihaknya telah memblokir tayangan yang disinyalir bermuatan suku agama ras dan antargolongan (SARA) terkait Pilgub DKI Jakarta.

Pemblokiran dilakukan atas kerjasama dengan pihak Google, atas permintaan dari Kemenkominfo Indonesia. “Alhamdulillah pukul 16.00 WIB sore ini video SARA tersebut sudah di remove dari Youtube,” seperti yang disampaikan Tifatul Sembiring lewat email.

Sebelumnya Menteri Koordiantor bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto telah meminta Menteri Komunikasi dan Informasi untuk memblokir video tersebut.  “Kepada Menkominfo sudah saya komunikasikan untuk blokir video tersebut karena sangat tidak bermanfaat, tidak baik dan mencederai proses Pilkada yang sedang berlangsung,” kata Djoko saat jumpa pers di Kementeriannya, Jakarta Pusat.

Dalam video berdurasi 2 menit itu, si penebar teror meminta etnis tertentu tidak memilih di putaran kedua Pilgub pada 20 September mendatang atau akan mendapatkan tindakan keras jika nekat tetap memilih. Video ini dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap UU ITE 11/2008 yang bisa mengakibatkan pengunggahnya dapat dikenai sanksi 6 sampai 12 tahun penjara. Diantaranya adalah tekait dengan penggunaan internet untuk penghinaan atas nama agama atau berbau SARA, pornografi, perjudian, mengancam, penipuan, dan lain-lain.