Setelah Sony Group memutuskan untuk melebur sejumlah divisi produknya dan memulangkan 10 ribu karyawannya sebagai imbas dari kerugian usaha empat tahun terakhir yang memuncak pada akhir Maret 2012 lalu dengan nilai US$6,4 miliar atau sekitar Rp58,2 triliun. Kini Sony Mobile ikut-ikutan  mengumumkan rencana untuk merumahkan seribu karyawan dari divisi handset, atau satu per tujuh dari total pekerja Sony Mobile yang ada di seluruh dunia. 

Pemangkasan jumlah karyawan divisi mobile ini merupakan bagian dari aksi korporasi Sony yang tengah melakukan restrukturisasi global dengan memindahkan pusat produksi handsetnya, dari markas Ericsson di Lund, Swedia, ke kantor pusat Sony di Jepang. Pemindahan ini juga bagian dari konsekuensi setelah Sony membeli saham kepemilikan Ericsson dalam kerjasama joint venture yang dulunya bernama Sony Ericsson tersebut.

Sayangnya, produk smartphone keluaran Sony Mobile saat ini hanya mampu menggaet pangsa pasar sangat kecil. Seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga riset Gartner, pangsa pasar smartphone Sony Mobile saat ini hanya tersisa 4,2 persen. Jauh tertinggal di bawah Apple dan Samsung. Itu sebabnya, Sony mau tak mau harus berjuang keras dan melakukan perubahan besar agar bisa bersaing di pasar smartphone.

“Sony telah mengidentifikasi bisnis mobile sebagai salah satu bisnis inti dan portofolio dari smartphone Xperia untuk terus mempertahankan momentum dengan pelanggan dan konsumen di seluruh dunia,” ucap Kunimasa Suzuki, President & CEO Sony Mobile, seperti yang dirilis oleh TGDaily, Kamis (23/8/2012).  

“Kami mempercepat integrasi dan konvergensi dengan grup Sony yang lebih luas untuk terus meningkatkan penawaran kami, dan struktur operasional yang lebih terfokus dan efisien akan membantu mengurangi pengeluaran Sony Mobile, meningkatkan waktu untuk efisiensi pasar, dan membawa bisnis kembali ke kekuatan utama kami,” jelasnya lebih lanjut tentang aksi korporasi ini.

 

IN