Zamrud khatulistiwa. Begitulah julukan yang disematkan dunia kepada Indonesia. Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki luas hutan mencapai 45 juta hektar pada tahun 2012. Sayangnya dengan potensi hutan yang luar biasa, Indonesia juga mengalami deforestasi yang begitu cepat. Selain akibat pembalakan liar, kebakaran liar juga seringkali menjadi masalah. Menurut data Departemen Kehutanan, angka kebakaran liar hutan Indonesia mencapai 3-5 juta hektar per tahun.

Kebakaran hutan memang bukan hanya menjadi masalah Indonesia semata. Di Amerika, kebakaran liar juga melanda kawasan Colorado hingga mencapai daerah penduduk pada bulan lalu. Untuk itu, para peneliti telah mengembangkan model software komputer yang di sebut HIGRAD / FIRETEC. Software yang dikembangkan melalui kemitraan antara Dinas Kehutanan Rocky Mountain Amerika dan Los Alamos National Laboratory (LANL) ini berguna untuk membantu memprediksi perilaku api dalam kebakaran.

LANL menjelaskan, “HIGRAD / FIRETEC merupakan software 3-D berbasis fisika yang dirancang untuk mensimulasikan hubungan, perubahan serta interaksi antara api dan lingkungannya. Higrad akan menggambarkan perilaku api berdasarkan interaksi antara api, bahan bakar berupa kayu-kayu, dan topografi. HIGRAD adalah model komputasi dinamika fluida yang mewakili aliran udara dan penyesuaian untuk medan, berbagai jenis bahan bakar (vegetasi) dan api itu sendiri. FIRETEC juga menggabungkan model fisika yang mewakili pembakaran, perpindahan panas, aerodinamis dan turbulensi.

Lebih penting lagi, HIGRAD / FIRETEC mensimulasikan proses dinamis yang terjadi dalam api dan cara mereka membakar apa yang ada di sekelingnya. Dengan menggunakan model ini, petugas pemadam kebakaran akan lebih siap untuk memprediksi pergerakan kebakaran liar. Dengan tingkat kebakaran yang cukup tinggi, rasanya alat ini patut diterapkan di Indonesia.