ZTE Indonesia anak perusahaan produsen ponsel asal China, ZTE Corporation resmi rilis ponsel pintar (smartphone) pertamanya sebagai produk non-paket (bundling) di Indonesia, ZTE Skate di Jakarta. Skate pertama kali diluncurkan secara global di Beijing pada tahun 2011 lalu, dan saat ini diklaim telah laku terjual lebih dari 5 juta unit di seluruh dunia. 

“ZTE Skate sudah diluncurkan di berbagai negara seperti China, Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa pada awal 2012,” kata Direktur Divisi Perangkat PT ZTE Indonesia, Susanto Sosilo, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin malam.

ZTE Skate diproduksi sesuai dengan standar kualitas internasional yang ketat. Sehingga, konon tidak seperti produk lain yang dilarang peredarannya di beberapa negara karena tidak sesuai dengan regulasi yang ditetapkan. Demikian dengan Skate yang telah lulus uji kualitas produk di lebih dari 15 negara, termasuk Eropa, Amerika, Jepang, dan Indonesia.

Susanto melanjutkan, dia mengakui kehadiran ZTE Skate di Indonesia lebih lama dibanding negara lain karena ZTE terlebih dahulu melihat potensi pasar ponsel pintar di Indonesia. “Karena produk ini lebih stabil dan menjadi produk andalan ZTE sehingga mudah diterima secara global,” kata Susanto.

ZTE Skate memiliki ukuran layar 4,3 inci yang mengikutri tren layar ponsel pintar ideal antara 3,5 inci hingga lima inci. “Kalau ukuran layar tiga inci itu terlalu kecil dan ukuran lebih dari lima inci sudah termasuk tablet,” kata Susanto.

Direktur Utama PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI), Agus Honggo Widodo, mengatakan Skate akan tersedia di pasar pada akhir Agustus 2012 dengan harga yang dibandrol Rp1,9 juta. “Keunggulannya terutama dari harga produk yang lebih rendah dari ponsel merek lain,” kata Agus. 

Widodo pun tidak mau menyebutkan target penjualan ZTE Skate, tapi mengatakan optimismenya karena penetrasi ponsel pintar di Indonesia mencapai 25 juta unit per tahun. ZTE Skate menggunakan sistem operasi Android 2.3, kamera 5 megapiksel, prosesor Qualcomm 800 mega hertz, kapasitas ruang penyimpanan internal sebesar 512 mega bit, dan baterai dengan durasi waktu bicara hingga lima jam.

Kemudian dari Susanto pun menambahkan bahwa ZTE Skate akan lebih popular dibandingkan dari pendahulunya. Keoptimisannya tersebut dilandasi karena desain dari Skate nyaman untuk digenggam. 

“Desain dikembangkan oleh tim R&D ZTE dari paten-paten teknologi yang sudah dimiliki, sehingga membuatnya berbeda dari ponsel-ponsel lain”, tutupnya.