In flight magazine atau in flight entertainment tradisional lainnya sepertinya akan tersingkir dari sandaran bangku pesawat dalam waktu dekat ini. Walaupun bukan bagian terpenting dari jasa penerbangan, in flight entertainment tidak bisa dianggap remeh. Karena IFE merupakan bagian dari program pemasaran perusahaan maskapai penerbangan yang berpengaruh pada penetapan harga flight seat dan pelayanan lainnya.dan layanan IFE ini membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan secara rutin dan berkala.

Menurut Ravi Madavaram, Consultant Aerospace & Defense – Asia Pacific, Frost & Sullivan, maskapai penerbangan bintang 5, umumnya meningkatkan IFE setiap 4-5 tahun sekali sebagai upaya untuk menyediakan layanan terbaik dan terkini di kelasnya.

“IFE juga merupakan salah satu bagian utama dari pemeliharaan pada saat pemeriksaan ketika transit, dimana dilakukan pemeliharaan atau perbaikan sistem IFE yang terpasang di kursi penumpang. Panasonic adalah pemimpin pasar dalam sistem IFE dan telah berkolaborasi dengan berbagai maskapai,” ujarnya.

Sedangkan, AirAsia merupakan maskapai pertama yang memperkenalkan tablet sebagai IE di Asia Tenggara dan menyediakannya dalam paket add-on sebagai salah satu sumber pendapatan mereka. “Hal ini akan memacu lebih banyak maskapai penerbangan berbiaya murah (low cost carrier) dan kelas premium untuk menjadikan tablet sebagai IFE. Industri penerbangan membelanjakan sekitar US$1.2 miliar setahun untuk pemeliharan fasilitas IFE. Dengan ditambahnya tablet dalam fitur layanan IFE, dinamika dari segmen ini akan berubah signifikan dalam beberapa tahun ke depan,” papar Ravi.

 “Panasonic saat ini menjadi pemimpin pasar di segmen ini dan Samsung relatif belum dikenal. Diuntungkan dengan suksesnya tablet merek Samsung di pasaran, diperkirakan Samsung akan meraih pangsa pasar yang cukup signifikan dalam waktu dekat,” lanjut Ravi. 

Sementara, Eugene van de Weerd, Country Director, Frost & Sullivan – Indonesia, mengungkapkan bahwa Apple dengan produk tablet iPadnya diperkirakan tidak akan meraih pangsa pasar yang signifikan mengingat kakunya kebijakan pengembangan aplikasi sehingga lambat dalam beradaptasi dengan dinamika industri ini.

Digantikannya perangkat IFE tradisional oleh tablet, seluruh rantai nilai akan mengalami perubahan besar. Hal ini akan membuka aliran pendapatan baru selain makanan, asuransi dan alokasi tempat duduk bagi penerbangan berbiaya murah dan merupakan salah satu fitur yang relatif lebih mudah untuk diadopsi. Oleh karena itu, proses adopsi diperkirakan akan terjadi dengan cepat. American Airlines dan AirAsia, telah mengadopsi Samsung Galaxy Tab 10.1, sementara Qantas telah mengadopsi iPad, dan bermitra dengan Panasonic dalam hal solusi eXW .