Sebagai konsekuensi dari rencana masuk ke dalam ekosistem Android, Motorola Mobility yang kini dimiliki oleh Google akan merumahkan sekitar 20% dari total 20.000 orang pekerja yang ada, serta menutup 30 an kantornya yang tersebar di seluruh dunia. Kebijakan ini disinyalir membuat 4000 pekerjaan yang dua pertiganya berada di Amerika Serikat akan turut dihentikan. 

Banyak pihak yang menilai strategi Motorola ini akan memberikan langkah baik di Asia dan India. Dan diprediksikan kegiatan operasionalnya akan dipusatkan di Chicago, Sunnyvale dan Beijing seperti yang ditulis New York Times. 

Nantinya Motorola rejuvenation ini tidak lagi memproduksi handset low end secara masal. Motorola baru yang tentunya akan lebih kecil, akan mengerjakan jumlah piranti yang juga lebih sedikit dan memfokuskan pada rilis beberapa handset baru berkualitas tinggi. 

Bukan hanya pekerja kelas bawah, turut bersama mereka 40 orang vice presidentdari berbagai kantor Motorola juga dirumahkan. Bahkan, kebijakan ini  juga akan berpengaruh pada para pemasok yang tak dapat lagi memasok bahan baku seperti biasa karena penurunan jumlah produksi. karena produksi sedikit piranti berarti juga membutuhkan komponen-komponen yang lebih sedikit.

Pihak Motorola sendiri tampaknya menerima langkah ini sebagai bagian dari strategi Google sebagai pemilik baru mereka sejak Mei silam untuk mengembalikan positioning  Motorola di market mobile phone dunia.