Apa yang ada di benak anda saat mendengar kata baterai? Keras dan tebal mungkin. Dengan perkembangan teknologi saat ini, anda harus merevisi ulang bayangan tentan bentuk baterai. Adalah Profesor Keon Jae Lee dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) dan timnya yang baru-baru ini mampu menciptakan baterai super tipis yang bisa ditekuk.

Selama ini, baterai memang menjadi kendala untuk fleksibilitas gadget. Sehebat apapun produsen ponsel maupun tablet untuk “melipat” produknya, akan selalu terhambat oleh baterai. Dengan demikian, penemuan baterai fleksibel ini akan menjadi jawaban bagi kesulitan para produsen gadget untuk berinovasi.

Meskipun setipis silet, tim KAIST menjamin bahwa energy yang dihasilkan sebanding dengan baterai konvensional. Hal ini karena baterai ini menggunakan sejenis film lithion-ion anorganik yang memiliki kepadatan energi tinggi.

Baterai ini terdiri dari arus kolektor, katoda, elektrolit, anoda dan lapisan pelindung substrat dari mika. Kemudian mika tersebut dilapisi dengan polimer untuk meningkatkan ketahanan mekanis. Dari hasil ujicoba yang dilakukan, ketahanan baterai cukup mumpuni. Saat ditekuk hingga 16 milimeter, kapasitas debit hanya turun 7% setelah 100 kali di charge. Dengan demikian, penurunan hanya berkisar 0,02 Volt.

Para peneliti menyatakan produk ini akan siap diproduksi secara massal dalam waktu 1 tahun. Maka bersiaplah menyambut baterai generasi baru.