Setelah bertahun-tahun mengabaikan untuk mengupdate ilmunya, dan menolak untuk mempertimbangkan dilakukannya updating mengenai standar-standar keselamatannya, the Federal Communications Commission (FCC) mengumumkan sebuah review mengenai posisinya yang sekarang terhadap standar-standar keselamatan radiasi telpon selular. The Environment Working Group (EWG) telah mengajukan langkah dasar ini untuk memastikan perlindungan kesehatan publik sejak 2009.

Standar-standar keselamatan yang sekarang untuk radiasi telepon selular yang dikembangkan pada tahun 1996, didasarkan pada riset dari tahun 1980an. Riset yang baru telah menilai bahwa penelitian-penelitian itu telah usang.

Tampaknya FCC telah menutup mata selama lebih dari satu dasawarsa, dengan “berpura-pura” menyatakan bahwa sementara telepon selular sedang merevolusionisikan bagaimana kita berkomunikasi, maka FCC tidak harus mengambil sikap tegas terhadap apa yang dikenal dan diartikan sebagai standar-standar keselamatan. Renee Sharp, direktur EWG California dan ilmuwan senior mengatakan: “Review ini telah lama dinanti-nantikan dan tidak mungkin membayangkan bagaimana FCC akan dapat mempertahankan standar-standar yang sekarang, yang memungkinkan 20 kali lebih banyak radiasi dapat mencapai kepala di banding tubuh secara keseluruhan. Begitu pula harus dipertimbangkan risiko-risiko yang menimpa otak anak-anak dengan tubuh-tubuh yang masih kecil. Memang tidak seharusnya hanya mempertimbangkan penggunaan telepon selular dalam jangka pendek, namun juga frekuensi pola panggilan selama beberapa dasawarsa.

Pada bulan Mei tahun yang lalu, the World Health Organizations International Agency for Research on Cancer, mengklasifikasikan radiasi telepon selular didasarkan pada peningkatan risiko untuk glioma, sebuah tipe kanker otak yang sangat jahat dan berhubungan dengan penggunaan telepon tanpa kabel itu.

WHO mengimbau badan-badan riset ilmiah lainnya meningkatkan keprihatinan tentang radiasi dari alat perlengkapan ini, yang juga telah terkait dengan kerusakan sperma dan efek-efek kesehatan lainnya.

Di samping imbauan untuk mengupdate standar-standarnya, EWG juga telah melobi agar ada transparansi yang lebih besar mengenai timbulnya radiasi telepon seluler kepada para konsumen, dengan didukung oleh inisiatif-inisiatif mengenai hak untuk mengetahui, dan merekomendasikan langkah-langkah sederhana, seperti misalnya dengan menyarankan kepada para pengguna telepon selular untuk tidak menggunakan headset, dan lebih baik menggunakan komunikasi dengan penulisan teks daripada dengan pembicaraan.

Namun mungkinkah imbauan, rekomendasi dan saran-saran itu diikuti secara efektif? Tentu saja sang pengambil pilihan dan keputusan adalah para pengguna telepon seluler sendiri, yang makin lama makin membludag dengan pangsa pasar yang kian meluas pula.