Sebuah tim peneliti telah mengembangkan baterai, isi ulang murah dan ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk menyimpan energi pada pembangkit listrik tenaga surya untuk musim hujan. Adalah Sri Narayan seorang professor kimia di USC College Dornsife yang memimpin sebuah penelitian tersebut. Ia dan timnya mengembang baterai yang menggunakan energi kimia yang dihasilkan oleh oksidasi dari lempengan besi yang terpapar oksigen di udara. 

“Besi yang murah dan udara bebas,” kata Narayan. “Ini masa depan.” Rincian tentang baterai akan diterbitkan 20 Juli di Journal of Society Elektrokimia.

Seperti saat ini dikembangkan, baterai besutan Narayan yang memiliki kapasitas untuk menyimpan antara delapan dan 24 jam. Di lain pihak, Patennya sempat  tertunda. Namun kedua pemerintah federal dan utilitas California telah menyatakan minatnya dalam pengembangan proyek tersebut.

Narayan dan timnya mengeklaim berhasil mengurangi hilangnya energi 4 persen. Artinya  Timnya berhasil membuat baterai yang sekitar 10 kali lebih efisien dari pendahulunya. Tim melakukannya dengan menambahkan jumlah yang sangat kecil sulfida bismut ke baterai. Menambahkan timbal atau merkuri mungkin juga telah bekerja untuk meningkatkan efisiensi baterai, tapi pihaknya mengatakan dengan cara seperti itu kurang aman, kata Narayan.

Tim Narayan termasuk sesama peneliti USC GK Surya Prakash, Aswin Manohar, Souradip Malkhandi, Bo Yang, Robert Aniszfeld, Chenguang Yang, Phong Trinh, dan Andrew Kindler dari Laboratorium Propulsi Jet NASA.