Bagaimana perasaan anda saat mengetahui bahwa gadget yang anda miliki sudah ketinggalan zaman? Dengan begitu cepatnya inovasi gadget berlangsung, setiap orang akan selalu berupaya mengganti gadget lamanya dengan produk terbaru. Dengan demikian, produk-produk lama ini akan menjadi limbah elektronik. Masalahnya, perangkat elektronik mengandung beberapa komponen yang paling berharga dan sulit untuk  di daur ulang. E-waste atau limbah elektronik merupakan limbah dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Namun, masalah e-waste ini justru dilihat sebagai peluang oleh ReliaTech, sebuah perusahaan nirlaba dari Stride Centre. Perusahaan yang satu ini mengkhususkan diri dalam memperbaiki, merenovasi, dan mendaur ulang perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai. ReliaTech baru saja meresmikan pembukaan Refurbishing, Recycling, and Distribution (RR&D) Center  di Richmond California.

Untuk membantu mendaur ulang e-waste, sangat penting bagi setiap orang untuk menyadari bahwa elektronik dapat diperbaiki, diperbaharui dan ditingkatkan sebelum membeli produk baru. Saat memberi produk baru, produk lama harus dikirim ke pusat daur ulang elektronik sehingga tidak mencemari lingkungan.

Semua pekerjaan perbaikan dan daur ulang ini membutuhkan tenaga kerja terampil yang dapat memproses e-waste volume tinggi secara cepat. ReliaTech telah melakukan pelatihan tenaga kerja untuk menjadi tenaga kerja terampil. Hmm,,,adakah yang berminat mendirikan Reliatech versi Indonesia?