Sebagai penyedia layanan jejaring sosial terbesar di dunia, Facebook  rupanya cukup memperhatikan energi terbarukan. Tahun lalu, hamper  ¼ dari sumber energi untuk pusat data Facebook berasal dari energi terbarukan.

Hari ini, Facebook merilis bauran sumber energi yang dipakai adalah 23% energi hijau, batubara 27%, 17% gas alam, serta 13% energi nuklir. Langkah ini termasuk cukup berani. Mengingat belum banyak perusahaan besar yang mau transparan soal bauran sumber energinya.

“Kami merilis data ini karena kita percaya pada kekuatan keterbukaan,” ujar perusahaan itu di situsnya.

Emisi rumah kaca yang dihasilkan oleh Facebook mencapai 285.000 metrik ton. Jika mengacu pada carbon trading setara dengan £ 628.300.000. Facebook mencanangkan 25% sumber energi untuk pusat data berasal dari energi terbarukan pada tahun 2015.

“Facebook telah berkomitmen untuk sepenuhnya menggunakan renewble energy,” kata Gary Cook, seorang analis Greenpeace Internasional.

 “Sayangnya, transparansi Facebook saat ini masih jarang diikuti oleh perusahaan-perusahaan digital lainnya.” Lanjutnya lagi.

Menurut data yang dirilis Facebook, perkantoran facebook menggunakan 532 juta kilowatt-jam listrik tahun lalu. Facebook juga memperkirakan bahwa setiap pengguna bertanggung jawab untuk sekitar 269 gram emisi. Sementara Apple memperkirakan perusahaan bertanggung jawab atas 23,1 juta ton emisi gas rumah kaca pada 2011. Google memperkirakan 1,46 juta ton.