Bursa saham WilderHill New Energy Global Inovation (NEX) yang merupakan indeks saham perusahaan-perusahaan global energi terbarukan jatuh ke posisi terendah dalam sembilan tahun. Jatuhnya indeks saham ini dipicu oleh kelebihan pasokan energi.

Indeks NEX, turun 81 sen menjadi $ 102,40 di New York. Ini adalah harga terendah sejak bulan April 2003. Indeks NEX sendiri  telah kehilangan 19% tahun ini. NEX mencapai rekor tertingginya pada tahun 2007 sebelum akhirnya terus merosot hingga 78%.

Bursa saham NEX mencakup 96 perusahaan tenaga surya, storage energy, efisiensi energi, tenaga angin dan biofuel.

“Jatuhnya permintaan akibat krisis di Eropa menyebabkan investor memilih menempatkan dananya pada sektor yang lebih aman,” ujar Joseph Salvatore, seorang analis di Bloomberg New Energy Finance

Indeks saham First Solar Inc, produsen panel surya terbesar di dunia jatuh 88% dari nilai pasar pada tahun lalu. Sementara Dialight Plc, produsen dioda pemancar cahaya asal Inggris justru meraup kenaikan hingga 30% seiring meningkatnya permintaan teknologi penerangan hemat energy.