Para peneliti dari Royal College of Surgeons (RCSI) di Irlandia telah mengembangkan metode baru untuk memperbaiki tulang menggunakan tulang graft dari bahan pengganti sintetis, yang dikombinasikan dengan terapi gen. Temuan ini dapat meniru jaringan tulang seperti aslinya dan memiliki potensi untuk menumbuhkan tulang pada pasien yang bermasalah.

Para peneliti telah mengembangkan bahan inovatif  yang terbuat dari kolagen dan partikel berukuran nano dari hidroksiapatit. Bahan ini akan berfungsi sebagai platform untuk menarik sel-sel tubuh dan perbaikan tulang yang rusak dengan menggunakan terapi gen. Sel-sel yang tertarikakan memproduksi protein yang dapat mendorong pertumbuhan kembali jaringan tulang sehat.

“Dengan merangsang tubuh untuk memproduksi protein tulang akan mengurangi efek samping, ” kata Profesor O’Brien.

Penelitian ini adalah hasil dari sebuah proyek kolaborasi antara Grup Tissue Engineering Research yang dipimpin oleh Profesor Fergal O’Brien dan Dr Garry Duffy di Departemen Anatomi, RCSI; Profesor Kazuhisa Bessho, Kyoto University, Jepang, dan Dr Glenn Dickson, Ratu University Belfast, Irlandia Utara. Hasil penelitian baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Advanced Material dengan Dr Caroline Curtin, seorang peneliti postdoctoral di Departemen Anatomi, RCSI, sebagai penulis pertama.

Cangkok tulang merupakan aktivitas transplantasi terbesar kedua setelah transfusi darah. Nilai pembiayaanya mencapai $ 2,5 miliar per tahun . Saat ini, sebagian besar prosedur ini melibatkan baik transplantasi tulang dari bagian lain dari tubuh pasien sendiri (autograft) atau dari donor (allograft). Namun, prosedur ini memiliki sejumlah risiko seperti infeksi tulang. Oleh karena itu, penemuan ini akan menjadi pasar potensial.