Saat ini siapa yang tak tahu Facebook. Menurut data, pengguna jejaring sosial yang sering disebut FB ini mencapai 900 juta dari seluruh penjuru dunia. FB memang memiliki banyak fungsi. Selain tak hanya sebagai ajang pertemanan, FB juga seringkali dijadikan ajang bisnis.

Namun, ada yang agak unik dalam penggunaan FB ini. Dalam sebuah survey online yang dilakukan oleh LexisNexis yang bermitra dengan Police.one, empat dari lima aparat penegak hukum menggunakan sosial media untuk membantu dalam investigasi kriminal. Saat ini, FB telah digunakan sebagai alat untuk melawan kejahatan.

Selain FB, Twitter dan YouTube juga merupakan salah satu platform penegak hukum yang paling sering digunakan. Sayangnya, tidak banyak pelatihan formal dalam pemanfaatan sosial media untuk aparat penegak hukum. 80% diantaranya belajar secara otodidak

“Setiap penjahat juga manusia yang punya keinginan untuk berbagi dan pamer. Seringkali mereka memposting bukti kejahatan mereka pada sosial media,” ujar Haywood Talcove CEO Goverments Solution.

Menurut Talcove, tulisan, gambar, tweets dan konten lain yang ditemukan pada media sosial sering digunakan sebagai bukti oleh penegak hukum dan biasanya membuat proses penyidikan dan peradilan jauh lebih mudah. 87% dari konten sosial media digunakan sebagai bukti untuk surat perintah penggeledahan.