IT News melaporkan bahwa saat ini militer Australia akan meningkatkan sistem simulasi yang digunakan untuk mempersiapkan individu dan tim hingga 100 tentara untuk latihan perang. Para personil tentara di sana telah menggunakan Ruang Pertempuran virtual (VBS) simulator sejak 2005, saat itu masih menggunakan VBS1 yang digunakan untuk simulasi penyerangan di Irak. Selanjutnya Angkatan Pertahanan Australia akan mengembangkan simulatornya VBS2 2.0 yang bekerjasama dengan Bohemia Interactive sebagai pengembang. 

Proyek ini diperkirakan menelan biaya US$2.8 million. Dengan biaya tersebut pengembangan simulator perang ini akan dilengkapi dengan fitur-fitur yang lebih canggih seperti mengembangkan medan perang, pandangan jarak, dan lain sebagainya. Upgrade simulator ini akan diluncurkan pada kuartal ketiga 2012.

Seorang juru bicara Pertahanan mengatakan bahwa pengembangan software akan memberikan “berbagai perbaikan teknis, seperti jarak melihat lagi, dukungan jaringan, meningkatnya kekuatan pemrosesan dan peta yang lebih besar”. Katanya.

Sementara itu, VBS2 2.0 dapat digunakan oleh tentara individu maupun tim lebih dari 100 tentara dan penggunaannya termasuk pelatihan taktis. 

“Biasanya, VBS2 2.0 digunakan oleh tentara individu dan tim tempur lebih dari 100 tentara,” katanya,