Dilaporkan Redhearing, sepertinya Google Inc kembali tersandung masalah akibat pelanggaran persaingan usaha. Dengan pelanggaran itu, perusahaan pengembang Android ini harus membayar denda sebesar US$ 22,5 juta. Nilai yang ditetapkan oleh Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat (AS) tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah hukum persaingan usaha di daerah kekuasaan Paman Sam.

Perusahaan yang digawangi Larry Page ini terbukti bersalah karena menembus setelan privasi Apple Safari. Google yang identik dengan perusahaan mesin pencarian terbesar di AS itu diduga memanfaatkan celah khusus di komputer atau cookies untuk mengakali browser keluaran Apple yakni Safari.

Dalam hal ini, Jonathan Mayer , seorang mahasiswa pascasarjana, menemukan bahwa Google menggunakan kode tersembunyi untuk menginstal sebuah cookie untuk pengguna browser Safari Apple yang memungkinkan raksasa pencarian untuk sengaja menghindari privasi Safari fitur dan kebiasaan melacak pengguna browsing untuk bisnis periklanan DoubleClick. Pada saat itu, Google mengatakan ini tidak disengaja dan bahwa menghapus cookie dari browser yang terkena dampak.

Dengan trik ini, Google dengan mudah memantau aktivitas para user saat mengakses internet. Sebelumnya, Google membela diri bahwa tindakan tersebut tidak dimanfaatkan untuk menggaet iklan. Namun, Apple merasa dirugikan atas tindakan itu.

“FTC memfokuskan penyelidikan melalui halaman pusat bantuan kami di 2009. Tapi sekarang kami telah mengubah halaman tersebut dan mengambil langkah untuk menghapus cookie iklan,” papar Google. Itu sesuai dengan titah yang diteriakkan FTC. Selain Amerika yang menindak tegas, regulator di Eropa juga dikabarkan menginvestigasi Google terkait dugaan pelanggaran regulasi sejenis. Hingga saat ini belum ada komentar yang gamblang dari regulator maupun Google terkait masalah pelanggaran dan denda ini.