Pesona bisnis clean energy nampaknya semakin berkilau. Hal ini dibuktikan dari data yang dirilis Bloomberg bahwa investasi di sektor ini melonjak 24% pada kuartal kedua menjadi $56,9  miliyar. Cina menjadi negara dengan kenaikan investasi yang paling signifikan.

Di negri tirai bambu ini, investasi clean energy melonjak sampai 92% mencapai $18,3 miliyar sebagai bagian dari pembiayaan energi surya serta tenaga angin. Cina dianggap sebagai pasar potensial untuk proyek energi terbarukan.

“Pencapaian ini menekankan peran penting China yang bermain di sektor energi bersih,” ujar Michael Liebreich, Chief Executive Officer New Energy Finance Bloomberg.

Selain di Cina, investasi clean energy juga meningkat di belahan dunia lainnya. Di Eropa, investasi naik 11% menjadi $20 miliar pada kuartal kedua. Di Amerika Serikat, investasi naik 18% menjadi $ 10,2 miliar. Sementara itu, investasi global terhadap tenaga surya meningkat 19% menjadi $ 33,6 miliyar sedangkan investasi tenaga angin melonjak 47% menjadi $ 21,6 miliyar.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Meski sudah mulai ramai dibicarakan, investasi pada sektor clean energy masih sangat minim. Untuk membicarakan masalah tersebut, malam ini (12/07) Teknopreneur mengundang anda dalam acara Teknopreneur Forum dengan tema peluang bisnis energi terbarukan. Selamat datang..!!