Berdasarkan data dari Parks Associates, pengeluaran dalam game iklan diperkirakan akan meningkat dari $370,000,000 menjadi $2 milyar (USD) 2012. Sementara itu sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa 42% orang yang bermain game online. Lima puluh persen orang yang bermain advergames melakukannya untuk rata-rata 25 menit. Sembilan puluh persen orang yang menerima tantangan advergaming dari seseorang yang mereka kenal yang akan memainkan advergame ini. Di lain pihak, DFC (Lembaga riset pasar) memprediksikan laba yang diterima perusahaan game dari berbagai jenis akan meningkat dari tahun 2011 sebesar USS$ 52 Milyar dan di tahun 2017 US$70 miliar. 

Advergames bukan hanya untuk anak-anak, baik. Dalam sebuah studi 2004 yang dilakukan oleh comScore MediaMetrix, 25% dari gamer pada PC berusia 35-44 tahun, 25% dari gamer bermain game online gratis berumur 25-34 tahun, dan 33% dari mereka yang bermain game premium 25 -34 tahun. Selain itu, pendapatan bervariasi antara kelompok usia. Mengingat bahwa advergames merupakan konsep periklanan baru yang menggunakan teknologi Internet untuk melaksanakan kampanye pemasaran viral. Kekuatan game tidak sekedar memberikan informasi atau pemahaman, namun memberikan kesan mendalam, interaktifitas, pengalaman.

Tidak seperti iklan televisi, iklan dan pemasaran dalam Advergames tidak dianggap sebagai penyusupan oleh para pemain. Gamer adalah sukarela interaktif, dan bahan promosi yang terkandung dalam Advergames dipandang sebagai hanya bagian dari permainan, ini membuat para gamer bagian dari tindakan pemasaran bukan sebagai  pengamat. Selain itu, karena pemain dapat mengakses Advergames selama jam kerja melalui internet, segmen besar dari populasi dapat dicapai dalam waktu yang sebelumnya dianggap tak tersentuh oleh pengiklan. 

Sementara itu data Survei Nielsen menunjukkan, belanja iklan lebih banyak didorong sektor pemerintahan dan organisasi politik Rp2,182 triliun, telekomunikasi dan jasa (Rp1,770 triliun), korporat (Rp1,432 triliun), perusahaan otomotif (Rp1,162 triliun), dan properti (Rp1,055 triliun). Pada tahun ini, media Online diperkirakan merebut kue iklan hingga Rp1 triliun, setelah pada 2006 hanya Rp66 miliar dan 2009 sebesar Rp220 miliar. 

Di sisi lain, hal ini menjadikan para praktisi periklanan melirik kekuatan game sebagai salah satu media dalam mengkampanyekan produk atau brand yang ditanganinya. Game sebagai media kampanye produk dikenal sebagai advergame, atau game periklanan. Tidak seperti media iklan lainnya dimana kita hanya melihat logo brand atau produk saja, pada advergame, brand menyatu dengan cerita, misi maupun aktifitas lain dalam game. Jadi sebuah peluang besar dan sangat terbuka bagi Anda yang berminat untuk menjadi pengembang advergames.