Rangkaian kegiatan Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012 berakhir dengan penyerahan anugrah kepada 21 finalis yang diberikan oleh Menteri komunikasi dan informatika Republik Indonesia, Tifatul Sembiring di Hotel Bidakara Jakarta, 4 Juli lalu. IOSA mulai dilaksanakan pada tahun 2010 dan setiap tahun dilaksanakan. IOSA 2012 adalah pelaksanaan yang ketiga kalinya.  

Setiap tahun muncul berbagai wajah baru sebagai pemenang IOSA 2012. Banyak pendatang baru yang melaju melebihi pemenang lama. IOSA dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemanfaatan dan implementasi Free and Open Source Software (FOSS) di lingkungan pemerintahan dan lembaga pendidikan, yang diharapkan mendorong peningkatan pemanfaatan Open Source Software (OSS) di lingkungan bisnis dan individual.  

Seperti dalam siaran medianya, IOSA 2012 ini merupakan salah satu bentuk gerakan IGOS (Indonesia, Go Open Source!), yang diinisiasi pada tahun 2004 oleh 5 Menteri (Komunikasi dan Informatika, Riset dan Teknologi, Pendayagunaan Aparatur Negara, Pendidikan Nasional, Hukum dan HAM). IGOS pada dasarnya merupakan semangat untuk bisa lebih mengoptimalkan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan piranti lunak legal khususnya di lingkungan pemerintah melalui pemanfaatan OSS. Salah satu faktor pendorong dari pemanfaatan OSS tersebut adalah upaya efisiensi penggunaan anggaran pemerintah dan adanya jaminan keberlanjutan suatu piranti lunak karena kode sumber (source code) yang terbuka sehingga siapapun dapat mengembangkan piranti lunak tersebut. 

Pada tahun 2012 ini 17 badan pemerintah pusat  dan 64 badan pemerintah daerah yang mengikuti IOSA 2012. Kemkominfo bekerja sama dengan Universitas Gunadarma menyediakan pemilihan untuk kategori SLTA. Dengan berjalannya waktu, IOSA kini memiliki beberapa kategori baru.  Yaitu mahasiswa, penghargaan kepada tokoh, komunitas, dan wartawan. Berikut adalah pemenang IOSA 2012; 

1. Kategori Pemerintah Pusat

Juara 1 Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Juara 2 Badan Pengawas Tenaga Nuklir, dan Juara 3 Lembaga Pertahanan Nasional

2. Kategori Pemerintah Kota

Juara 1 Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Juara 2 Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dan Juara 3 Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah.  

3. Kategori Sekolah (SMA/MA/SMK/MAK)

Juara 1 SMA IT Ummul Quro Bogor, Jawa Barat,  Juara 2 SMA Muhammadiyah Waleri, Jawa Tengah, dan Juara 3 SMKIT Smart Informatika Surakarta, Jawa Tengah.

4. Kategori Mahasiswa

Juara 1 Adityo  Baharmoko (UNNES), Juara 2 Fauzan Helmi Sudaryanto, Aulia Vivansyah Afif, Fajar Iman, Rasmunandar Rustam, Riza Herzego Nida Fathan, dan Suci Fadhilah (UI), Juara 3 Andre Pratama, Alfie Syahri, Cindy Putri P. (Universitas Gunadarma).

5. Kategori Wartawan

Juara 1 Achmad Rouzni Noor II, DETIKNET, Juara 2 Liliek Dharmawan,  Media Indonesia, Juara 3 Reza Wahyudi,  TEKNO KOMPAS, dan Juara 4 Trisno Heriyanto,  DETIKNET

6. Kategori Tokoh

Edy Mulyanto, Hizkia Subiyantoro (Hizaro), dan Mohammad Basyir Ahmad.

7. Kategori Komunitas

Blender Indonesia, Forum Ubuntu Indonesia, dan Pengguna Blankon Malang

 

Diharapkan dengan bertambahnya jenis kategori IOSA tahun 2012 kali ini, tidak hanya menambah antusias pengguna, penggiat, pendidik dan pengembang produk-produk berbasis FOSS pada level pemerintah dan pendidikan menengah atas saja namun juga akan menambah antusias masyarakat secara umum dan berdampak positif pada pengembangan FOSS secara menyeluruh. Dengan makin luasnya penggunaan Open Source, maka bangsa Indonesia dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan Teknologi Informasinya.