Persoalan penggunaan energi teknologi yang tak ramah lingkungan pun sekarang mencuat. Seperti dikutip dari TechCentral.com , Amazon, Apple, dan Twitter dinilai oleh Greenpeace sebuah Organisasi lingkungan hidup  menerangkan produk tersebut menggunakan energi yang tidak ramah lingkungan. Dalam laporan studi mereka berjudul How Clean is Your Cloud? tersebut menghasilkan kritik ke beberapa perusahaan TI terkait penggunaan data center dan masalah energi lainnya. Menariknya, Facebook, Google, dan Yahoo! justru mendapat tanggapan positif. 

Dalam laporannya Greenpeace yang dirilis 18 April 2012, mengungkapkan sebanyak 55,1 persen energi untuk layanan Apple iCloud berasal dari batubara. Ini menjadikan Apple sebagai yang terburuk di antara perusahaan-perusahaan teknologi lainnya. Apple bersama dengan Amazon dan Microsoft menjadi tiga terburuk dalam indeks kebersihan energi data center yang disusun Greeenpeace. Dalam laporan yang dirilis 18 April 2012 itu, disebutkan Apple semakin bergantung terhadap batu bara sebagai komponen energi data center-nya.

“Apple kalah bersih dibanding Google dan Facebook,” kata juru bicara Greenpeace, Dave Pomerantz, seperti dikutip dari AllthingsD yang dilansir dari tempo.com.

Dalam indeks yang disusun Greenpeace, Apple memperoleh indeks 15,3 persen, Amazon 13,5 persen dan Microsoft 13,9 persen. Indeks ketiganya jauh di bawah Facebook dengan 36,4 persen dan Google 39,4 persen. Di lain pihak, Dell mempunyai indeks tertinggi dengan 56,3 persen.

Namun, laporan Greenpeace itu dibantah Apple. Perusahaan yang didirikan mendiang Steve Jobs ini menyatakan pusat data mereka yang terletak di Maiden, Carolina Utara, hanya sebesar 20 megawatt dalam kapasitas penuh. Dan separuh lebih suplainya berasal dari energi solar yang akan segera dibangun.

Greenpeace membantah balik jawaban Apple itu. Menurut Greenpeace, fasilitas Maiden ini membutuhkan listrik sebesar 100 megawatt dalam kapasitas penuh dengan 55,1 persen berasal dari batubara dan hanya 10 persen menggunakan energi terbarukan.