Mungkin sebentar lagi kita tak akan menemukan iklan di media massa, tapi bukan karena media massa tak lagi membutuhkan iklan.

Setelah ramai pembicaraan tentang konvergensi media cetak ke elektronik, kini dunia media kembali menghadapi persoalan baru. Pendapatan iklan mereka disinyalir akan mengalami penurunan drastis. Pasalnya, aplikasi di perangkat mobile (smartphone dan tablet) atau biasa disebut apps kini menjadi ruang baru bagi perusahaan yang ingin mengiklankan produk.

Berdasarkan hasil survei Strategy Analytics, kecenderungan ini disebabkan target market mereka yang rata-rata kaum menengah ke atas, adalah pengguna smartphone. Dan dalam kesehariannya, para konsumen itu memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap perangkat komunikasi yang satu ini. Ini diterjemahkan sebagai satu media baru yang sangat direct pada target pasar. Maka tak aneh jika kemudian perusahaan-perusahaan mulai berkonsentrasi beriklan di aplikasi mobile.

Menurut perusahaan jaringan periklanan platform mobile terbesar di dunia, InMobi, iklan di aplikasi mobile telah masuk ke ruang privasi konsumen sehingga iklan dinilai lebih efektif. Meski ukuran layar smartphone dan tampilan iklannya kecil, besar kemungkinan pengguna akan meng-klik iklan tersebut.

Sebagaimana hukum periklanan, perusahaan ingin agar iklannya dikonsumsi oleh segmen yang tepat—kebanyakan membidik kelas menengah ke atas—dengan memilih aplikasi yang banyak digunakan oleh khalayak.

Diprediksi, kedepannya belanja iklan di aplikasi mobile diprediksi akan melampui belanja iklan di situs web yang diakses melalui perangkat mobile. Strategy Analytics memprediksi, pengiklan akan menghabiskan 2,9 miliar dollar AS untuk beriklan di aplikasi mobile tahun 2012. Sementara itu, konsumen akan menghabiskan 26,1 miliar dollar AS untuk membeli produk yang diiklankan.

Ini menjadi berkah tersendiri bagi para pengembang aplikasi, dengan aplikasi yang menarik dan diminati masyarakat mereka akan dilirik oleh pengiklan. Ketika angka unduhan meningkat, maka popularitas pengiklan akan mengekor pada ketenaran aplikasi tersebut. Menurut data, pada tahun 2012 ini peningkatan jumlah pengunduh hingga 38% menjadi lebih dari 32 miliar.

InMobi pada pertengahan April lalu juga membeberkan bahwa sepanjang Januari sampai Maret 2012 jumlah iklan yang dilihat oleh konsumen dari smartphone  menjadi 283 miliar atau ada peningkatan 21% dari kuartal sebelumnya.