Dibalik popularitasnya sebagai perusahaan online social network, ternyata Twitter mendukung perkembangan program open source yang dikembangkan oleh komunitas.

Twitter secara resmi menyatakan akan menjadi sponsor bagi komunitas open source, Apache Software Foundation (ASF), seperti yang diumumkan lewat Twitter Enginering Blog 19 April 2012 lalu. Juru bicara perusahaan online social network ini menyatakan langkah yang mereka ambil tersebut sebagai “hal yang tepat untuk dilakukan”. Selain itu, Twitter juga mengisyaratkan akan mendukung proyek-proyek open source lainnya di masa depan.

Apache Software Foundation adalah komunitas pengembang  open source yang menjalankan proyek seperti Apache HTTP Server, Hadoop, Open Office—sebelum dikembangkan oleh Sun Microsystem—dan masih banyak lagi. “Beberapa proyek di Twitter bergantung pada teknologi open source, dan ketika kami menjadi perusahaan yang berkembang, maka komitmen kami terhadap open source juga mengalami perkembangan,” ujar juru bicara The Twitter Open Source Office, Chris Aniszczyk.

Sebagai contoh, Twitter secara ekstensif menggunakan Apache mesos—sebuah klaster tools manajemen yang memungkinkan sharing resources antara beberapa framework atau beberapa instansi dalam framework yang sama. Ini dikembangkan di inkubator ASF dan belum dirilis secara resmi. Dengan Twitter, Mesos bergerak pada ratusan mesin produksi dan membuatnya menjadi lebih mudah digunakan untuk mengeksekusi kumpulan job apapun dari running services untuk meng-handle analytics workload.

“Kami memiliki sejarah panjang dalam berkontribusi bagi proyek Apache, bukan hanya pada Mesos, tapi juga Cassandra, Hadoop, Mahout, Pig dan yang lainnya,” ujar Aniszczyk.
“Sebagaimana pertumbuhan Twitter, kami memandang untuk melanjutkan komitmen kami terhadap keberhasilan ASF dan organisasi open source lainnya,” tambahnya lagi.
Saat ini Twitter telah menjadi salah satu  perusahaan IT terbaik. Belum lama ini mereka memperkenalkan The Innovators Patent Agreement, yang merupakan sebuah inisiatif yang akan membantu para enginer dan desainer untuk mempertahankan control terhadap pekerjaan yang telah menjadi hak paten mereka.

Twitter juga berjanji untuk menggunakan paten hanya untuk bertahan, mereka mengatakan tindakan litigasi offensive hanya memperlambat inovasi.
Pada saat yang sama, Twitter telah memulai menyensor tweet dari pengguna, negara demi nagara. Ini menyebabkan kemarah dan protes dari kalangan pengguna mereka. Selain itu perusahaan ini juga telah mendapatkan kritik dari Greepeace soal strategi keberlanjutan mereka.