Pemerintah Brasil menemukan cara yang efektif untuk mengurangi angka bolos sekolah pada siswa. Bahkan dengan inovasi ini semua siswa yang sedang membolos bisa diketahui.

Bolos memang menjadi momok bagi suksesnya pendidikan. Bukan hanya terjadi pada satu generasi dan di Indonesia saja. Hampir seluruh negara di dunia sudah sejak lama memerangi budaya bolos pada siswa sekolah. Namun langkah dari negeri para pemain bola ini tampaknya cukup jitu untuk memaksa siswa hadir di sekolah. Otoritas pendidikan di Brasil telah memasang chips komputer di seragam sekolah agar dapat melacak keberadaan para murid dan mengurangi angka bolos.

Sekitar 20 ribu anak-anak di bagian timur kota Victoria da Conquista akan mendapatkan microchips yang dipasang di kaos seragam sekolah mereka. Dengan teknologi ini, orangtua akan mendapatkan pesan singkat SMS jika anak mereka tiba di sekolah, atau jika mereka terlambat datang ke kelas. Otoritas mengatakan kebijakan itu akan membantu hubungan guru dan orangtua.

Otoritas di Victoria da Conquista, negara bagian Bahia, menyebut kaos yang dipasang microchips itu sebagai “seragam yang cerdas”. Mereka mengatakan bahwa tahun depan seluruh anak-anak sekolah diatas usia 14 tahun akan menggunakannya.

Chips yang memantau keberadaan para siswa tersebut dipasang dibawah lambang sekolah, atau lengan baju. Ketika anak-anak melewati sensor di pintu masuk sekolah, chip akan mengirimkan SMS kepada orangtua. Jangankan membolos. Terlambat lebih dari 20 menit saja, sistem akan segera memberitahukannya pada orang tua dengan pesan yang berbunyi: “Anak anda belum sampai di sekolah.”

Pemerintah lokal telah mengeluarkan investasi sekitar US$700,000 atau sekitar Rp 6,4 milliar untuk membuat sistem tersebut. Otoritas mengatakan kaos dapat dicuci dan disetrika tanpa merusak chips. Sepertinya memang cara yang ampuh untuk mencegah kebolosan. Mungkin jika di Indonesia bukan hanya seragam sekolah yang dipasangi chips tapi seragam para PNS rasanya juga perlu untuk dipasangi, terlebih saat selesai masa cuti bersama.