Nampaknya semangat Google untuk mempertahankan predikat sebagai salah satu perusahaan dengan teknologi hijau makin mantap. Setelah sebelumnya membuat pendingin dari air laut dan daur ulang air, minggu ini Google mengumkan rencana untuk mengimplementasi fitur baru untuk efisiensi energi data center mereka yang ada di Taiwan: penyimpanan energi panas (thermal energy storage).

Sistem ini menggunakan cairan yang dibekukan atau es agar berfungsi sebagai baterai. Dengan ini operator data center dapat menjalankan pendingin ruangan pada malam hari dan memompa cairan pendingin ke failitas tersebut pada siang hari untuk pendingin data center. 

Sistem ini dapat menghemat uang saat puncak konsumsi listrik. Apalagi menggunakan cairan pendingin atau es sebagai baterai merupakan yang lebih bersih dan lebih tahan lama untuk menyimpan energi, daripada baterai biasa. Google sendiri berharap ada efisiensi energi pada data center di Taiwan hingga 50 persen.

Google menganggarkan US$ 700 juta dalam membangun tiga data center di Taiwan dan ini akan menjadi cluster data center Google ketiga di Asia setelah Hong Kong dan Singapura. Google terus berencana menggunakan energi terbarukan selajan dengan penambahan data center di seluruh dunia. Namun untuk sistem penyimpanan panas ini, baru data center Google yang ada di Taiwan yang akan menggunakannya.