Perusahaan Hewlett-Packard (HP) secara resmi menandatangani kontrak kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk menyediakan layanan private cloud bagi militer dan agen federal lainnya Selasa (3/4) kemarin. Nilai kontrak yang bernama Army Private Cloud Contract (APC2) ini mencapai US$ 249 juta.

Dengan adanya private cloud, militer AS dapat mengkonsolidasikan data center mereka dan semua layanan ke dalam fasilitas negara. HP juga akan menyediakan Performance-Optimized Data Center (PODs) untuk mempercepat proses pemindahan. 

Dalam kontrak juga disebutkan bahwa HP akan bekerja sama dengan sepuluh UKM dan Alabama A&M University untuk mengaktualisasi private cloud dan memenuhi segala kebutuhan instalasi tersebut. Kontrak ini dilakukan dalam jangka waktu maksimal empat tahun.

Pada 2012 ini, Departemen Pertahanan AS sudah mengeluarkan US$ 20 miliar untuk migrasi data ke private cloud dari total anggaran teknologi informasi sebesar US$ 80 miliar. Tujuan utama mereka adalah memindahkan 40 persen data center sekarang ke sistem cloud pada akhir 2015 mendatang. Dengan begitu Departemen Pertahanan berharap akan ada efisiensi anggaran hingga US$ 5 miliar per tahunnya.