Ternyata beda penghasilan, beda pula seleranya. Dalam riset yang dilaporkan The Luxury Institute baru-baru ini mengungkapkan bahwa  para pengguna ponsel pintar yang masuk dalam golongan ‘orang kaya’ kurang suka bermain games atau menge-tweet di ponsel pintar mereka. Mereka lebih memilih aplikasi berita, perjalanan wisata dan keuangan.

Golongan yang dikatagorikan memiliki penghasilan tahunan US$150 ribu (Rp. 1,3 miliar) per tahunnya ini ternyata juga termasuk katagori kelompok umur yang lebih tua yakni sekitar 52 tahun. Mereka memiliki aset dan investasi yang besar sehingga membutuhkan aplikasi yang lebih relevan daripada bermain games dan chatting dengan teman.

Tentu saja temuan ini berbanding terbalik dengan tren pengguna ponsel pintar pada umumnya. Nielsen pernah melaporkan bahwa aplikasi yang paling dominan adalah katagori games dan sosial media.

Golongan ini sebenarnya juga memiliki aplikasi populer macam Facebook dan Angry Birds. Namun tingkat penggunaan mereka termasuk amat rendah, jauh dari rata-rata pengguna ponsel pintar pada umumnya. 

Meskipun demikian, kelompok orang kaya ini lah yang memiliki ponsel pintar terbanyak dari semua kelompok sosial ekonomi lainnya. Sekitar 45 persen dari golongan kaya menggunakan iPhone, 35 persen menggunakan perangkat berbasis Android dan 25 persen menggunakan BlackBerry.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen pelanggan tetap telah mengunduh aplikasi yang memberikan pilihan berbayar dan in-app upgrade. Golongan kaya justru mau membeli setengah kali lebih banyak dari rata-rata pelanggan biasa. Sekitar 67 persen dari mereka juga menggunakan ponsel untuk berbelanja seperti tiket, kartu hadiah, makanan atau peralatan elektronik.