Setelah berbulan-bulan mengalami penundaan, edisi e-book serial fiksi Harry Potter akhirnya diluncurkan. Tapi salah satu buku terlaris sepanjang masa ini tidak akan ditemukan di toko e-book online macam Amazon atau Barnes & Noble. 

Adalah situs Pottermore yang memiliki hak untuk menjual edisi e-book ini. Nampaknya si pengarang Harry Potter, J.K. Rowling, yang juga ikut andil dalam pendirian Pottermore, tidak mau menjajakan hasil karyanya lewat retailer, melalui perangkat atau melewati penerbit.

Rowling dan Pottermore berhasil meyakinkan para retailer untuk mendukung e-book tersebut hanya dengan sinkronikasi perangkat, bookmark dan trapping yang biasanya hanya disediakan untuk buku-buku yang dijual melalui situs khusus retailer macam Amazon. Jadi kalau mencari e-book Harry Potter di situs retailer, maka hanya akan ada link yang kemudian menghubungkan pembeli ke Pottermore.

Meskipun begitu, Rowling dan Pottermore memperbolehkan Apple AS untuk menjual e-book Harry Potter melalui iBooks yang menggunakan agen untuk menjual buku karangan Rowling. CEO Pottermore, Charlie Redmayne, berharap ke depannya iBook akan tetap melewati Pottermore dahulu, terutama setelah fanpage Pottermore selesai dibuat. 

Rowling dan Redmayne sepakat e-book ini bebas DRM yang berarti bisa saja dikopi ke perangkat atau platform lainnya. Mereka justru memilih digital watermarking yang menghubungkan identitas si pembeli dengan kopi e-book yang ada. Memang langkah ini tidak mencegah pembajakan namun bisa melacak siapa pemilik e-book yang dikopi tersebut.