Menurut IHS Screen Digest, untuk pertama kalinya, konsumen akan lebih sering menghabiskan waktunya menonton film di internet daripada lewat DVD. Meskipun demikian, uang yang dihabiskan untuk menonton di internet ternyata tidak sebanding lurus dengan minat yang tinggi tersebut. 

Jumlah film yang disewa atau dibeli online via Nerflix dan iTunes diperkirakan akan tumbuh 135 persen tahun ini ke  3,4 miliar. Tapi, konsumen hanya akan mengeluarkan US$1,72 miliar untuk film digital, bandingkan dengan uang yang dihabiskan konsumen untuk DVD dan disk Blu-ray sebesar US$ 11,1 miliar. Total akan ada 57 persen konsumsi film digital di 2012, namun hanya 12 persen dari total pengeluaran. 

Menurut IHS, sebab utamanya adalah pilihan berbiaya rendah untuk mengonsumsi film online seperti “all you can eat” versi Netflix yang menyediakan dua miliar jam video selama kuarter keempat 2011 lalu. Penyedia film online streaming seperti Netflix, Amazon.com dan Hulu menguasai 94 persen konsumsi fim digital, hanya 1,3 persen yang melakukan pembelian. 

Melihat kenyataan ini, studio film berupaya untuk mendorong pembelian online dan menjauhkan sebisa mungkin sewa film berbiaya murah seperti Netflix dkk. Kalaupun diperbolehkan hanya film-film lama, sekitar sepuluh tahun yang lalu, untuk diperbolehkan langganan streaming. 

Di saat yang sama, Hollywood mendorong format UltraViolet yang memungkinkan konsumen yang membeli film untuk menyimpen kopi virtualnya di virtual “cloud” yang bisa diakses dari berbagai macam perangkat digital.