Mobile game makin bersinar. Gartner meluncurkan laporan terbaru bahwa belanja game global akan mencapai US$ 112 miliar pada 2015 dan mobile game akan meraup 20 persen dari nilai tersebut pada 2015. Sampai saat ini mobile game telah menjadi jenis game yang paling cepat pertumbuhannya.

Meskipun potensi pasarnya besar, namun pengguna tetap lebih banyak memilih aplikasi gratis daripada yang berbayar. Rata-rata harga jual game berbayar juga sudah turun 28 persen sepanjang tahun ini saja, mengikuti selera pasar. Lalu bagaimana pengembang game bisa memperoleh keuntungan dengan keadaan seperti itu?

Firma riset Mixpanel membuat analisis singkat bahwa para pengembang game bisa mendapatkan keuntungan dari mobile ads dan in-app payment. Mata uang virtual dalam game (in-game virtual currency)  akan menjadi senjata utama dalam mendapatkan keuntungan dari aplikasi. Sekitar 35 persen dari 300 game gratis paling populer menggunakan in-game virtual currency ini.

Sedangkan jika melihat tren mobile ads ke depan nantinya akan ada pertumbuhan pesat dengan potensi belanja iklan sebesar US$ 20 miliar. Menurut Mary Meeker dalam laporan tren internet terakhir menunjukkan bahwa 8 persen orang Amerika menghabiskan waktunya menggunakan media di ponselnya, namun hanya 0,5 persen total belanja iklan di mobile. Model freemium juga akan semakin populer.

Diperkirakan penghasilan barang virtual di perangkat mobile pada 2011 mencapai US$ 3 miliar dan sebagian besar dihabiskan di Asia. Sedangkan penghasilan in-game payment mencapai US$ 8 miliar pada 2016 nanti.