Nokia telah dikenal sebagai vendor ponsel ramah lingkungan. Secara konsisten vendor ponsel dari Finladia ini berupaya mendorong perilaku daur ulang dan ramah lingkungan, salah satunya melalui ponsel baru mereka, N9. Nokia mengkalim ponsel cerdas ini ponsel paling ramah lingkungan atau the greenest phone.

N9 merupakan ponsel pertama Nokia yang ber-OS MeeGo. Memiliki tampilan yang sangat enerjik dan menarik melalui warna-warnanya, yaitu merah, biru, dan hitam. Berbekal prosesor ARM Cortex A8 1 Ghz dan RAM 1024 MB, serta pilihan kapasitas storage 16 GB dan 64GB. Dibekali kamera 8MP dengan dual LED Flash. Selain itu, OS MeeGo yang tertanam di ponsel akan memberikan pengalaman lebih ke tiga sektor utama yaitu applications, open applications, dan event.

Dari segi spesifikasi di atas, layanan dan aplikasi yang diberikan N9 mungkin tidak akan jauh berbeda dengan ponsel-ponsel cerdas lainnya. Namun di balik kecanggihan yang ditawarkan itu, N9 merupakan ponsel yang kemasannya 77% terbuat dari bahan daur ulang dan 100% bisa didaur ulang. Selain itu, N9 bebas PVC (Polyvinylchloride), senyawa bromine dan chlorine, serta antimony trioxide.

Secara lebih rinci, perangkat ini terbuat dari:
•    44% logam, seperti stainless steel, tembaga, seng, aluminium dan 0,1 – 0,2 persen produk   Nokia mengandung logam mulia.
•    8%dari bahan keramik, seperti kaca, dll
•    32% dari plastik, seperti ABS/PC, PET, PA, dan epoxy.
•    15% baterai yang berbahan dari lithium cobalt, graphite, aluminium, dan tembaga.
•    1% non-logam, seperti silikon.

N9 disebut juga menawarkan efisiensi energi melalui power save mode, ambient light sensor, unplug charger reminder, dan Nokia Fast USB Charger AC-16. Menurut estimasi Nokia, untuk penggunaan selama tiga tahun, N9 membutuhkan energi 278 MJ3 dengan emisi gas yang dikeluarkan sebesar 16 kg CO2eq. Angka tersebut setara dengan berkendara mobil jenis city car sejauh 96 km.