Developer game di Facebook mungkin geregetan melihat kerjasama Facebook-Zynga makin lengket setelah penandatanganan persetujuaan pembagian hasil pada 19 Juli lalu dan mendaftarkannya ke Securities and Exchange Commision. Sebenarnya kesempatan ini bisa dimanfaatkan Google dengan mempertimbangkan menambahkan game sosial di Google+.

Selama ini Facebook dirasa selalu menganakemaskan Zynga daripada developer game yang lain, termasuk membuat target pertumbuhan bersama. Developer  game Facebook  otomatis membuat kesimpulan bahwa tidak ada harapan untuk bersaing dengan Zynga. Kemungkinan mereka melirik Google+ yang diharapkan akan mendukung game sosial di dalamnya.

Vice President partnership dan marketing platform Facebook, Dan Rose, menyadari adanya ketidakpuasan developer lain namun ia sendiri tidak bisa memberikan tanggapan karena masih dalam masa persiapan IPO yang sensitif. Tapi Rose menolak dikatakan pilih kasih meskipun rumor adanya suap dan perjanjian tertentu yang berujung pada adaptasi fitur Zynga yang sekarang menjadi Facebook Credit.

Chief Executive Digital Chocolate, Trip Hawkins, yang membuat game Facebook mobile dan game, mengatakan, “Kami tahu Zynga memiliki banyak keuntungan dari kontraknya dengan Facebook, tapi ini membuat Facebook seperti platform yang susah ditembus. Perubahan kebijakan membuat keuntungan dan margin sulit dicapai tahun ini, jadi ini adalah pil pahit untuk semua developer yang menemukan bahwa pasar tidak lagi kompetitif dan tidak adil. Hubungan Zynga-Facebook merupakan hubungan yang rumit. Seperti pernikahan yang buruk tetapi terus bertahan demi mempertahankan uang.”

Zynga memang mendapat keuntungan besar dari Facebook dibandingkan developer lainnya, dengan jumlah pengguna aktif sebesar 264 juta orang, atau setara denan 15 game dari developer lain jika digabungkan. Tapi yang membuat para developer geram adalah perjanjian baru Facebook-Zynga. Zynga berhak mendapat 30 persen hasil keuntungan karena Facebook mengadopsi sistem kredit Zynga, sebagai balasannya Facebook membantu Zynga menaikkan jumlah pengguna.

Sekarang Google+ digadang-gadang akan menjadi generasi baru situs jejaring sosial. Kontrak eksklusif Zynga-Facebook sebenarnya membuat Zynga tidak bebas mengembangkan game di Google+ (jika nantinya ada). Ini merupakan kesempatan bagi developer games lainnya untuk menggarap lahan yang masih baru.

Memang Google+ belum mengupayakan aplikasi interface programming atau API. Namun kalaupun mereka mempertimbangkannya, Google harus bersikap pintar dengan menetapkan royalti yang lebih kecil (20 persen atau kurang) untuk menarik para developer yang tidak mau membagi 30 persen penghasilan mereka melalui Facebook Credit.

Managing director Digi-Capital, Tim Merel, mengatakan situasi ini bisa jadi keuntungan dan kesempatan yang harus diambil Google. Ini adalah resiko yang seharusnya diambil Google sebagai pemain baru di dunia jejaring sosial dan perusahaan pengembang game yang sudah mapan seperti Zynga, wooga, Crowdstar, Playfish, Playdom dan lainnya juga harus sudah mempertimbangkan bagaimana bermain di pasar Google+.