Satu fakta kecil yang belum ketahui banyak orang mengenai perusahaan game sosial Zynga adalah mereka operator terbesar infrastruktur komputasi awan. Zynga membangun infrastruktur ini untuk mendukung basis pengguna mereka yang mencapai 281 juta pengguna aktif per bulannya.
Selama empat tahun pertama, Zynga bergantung pada pihak ketiga yaitu perusahaan hosting Amazon Web Service.

Infrastruktur tersebut untuk game berbasis server seperti FarmVille di Facebook. Kemudian untuk mengurangi biaya dan berbagai resiko, sekarang Zynga menginvestasikan uangnya untuk membangun data center sendiri. Fakta ini diambil dari berkas yang diserahkan Zynga ke Securities and Exchange Commision saat IPO.

Zynga mempertimbangkan investasi sebesar US$ 100 – US$ 150 juta ini untuk mendukung perusahaan di masa datang.

Selama ini Amazon cukup berjasa dalam membesarkan Zynga. Memang sebagian besar perusahaan game di Facebook menggunakan Amazon , tetapi kemampuan untuk merancang aplikasi yang dapat meningkatkan jumlah pengguna merupakan salah satu kekuatan Zynga.
Zynga bukanlah perusahan pertama yang membuat game simulasi pertanian. Farm Town sudah ada sebelum produk Zynga, FarmVille. Tetapi Farm Town punya masalah dalam memperkirakan jumlah pengguna saat mereka mempunyai lebih dari 10 juta pengguna.

Sementara FarmVille milik Zynga dibangun di dalam mesin yang menggunakan MyMiniLife sehingga tidak mengalami penurunan performa saat jumlah pengguna meningkat. Sekarang Zynga menambahkan seribu server baru untuk mengakomodasi penggunaan 24 jam. Diperkirakan Zynga bisa menangani data hingga satu petabyte setiap harinya.

Pertanyaan utamanya sekarang adalah apakah Zynga akan migrasi penuh ke private cloud atau ke infrastruktur mereka sendiri dan melepaskan diri dari Amazon Web Service. Zynga mengatakan salah satu resiko bergantung dengan Amazon Web Service adalah saat penghentian operasional selama beberapa jam di bulan April lalu sehingga membuat Zynga tidak bisa diakses pengguna.
Zynga juga menyatakan bahwa biaya hosting sudah melampaui kebijakan yang pernah direncanakan sebelumnya. Saat pengguna game sedang banyak, Zynga harus menyewa data center baru dan itu menambah biaya. Untuk itulah mereka membutuhkan data center sendiri.

Namun memiliki data center sendiri bukanlah langkah tanpa resiko. Jika penggunaan game Zynga menurun drastis, dan itu bukan kejadian yang aneh, Zynga akan berurusan dengan banyaknya infrastruktur yang harus diurus dan malah bisa merugi. Itulah mungkin nantinya Zynga akan memiliki data center berkapasitas kecil sendiri dan menggantungkan sisanya ke host eksternal.