Operator seluler umumnya tidak tahu bagaimana reaksi pengguna mereka saat membaca pesan mobile marketing. Dalam survei yang dilakukan YouGov, sebagian besar responden menentang adanya pesan semacam ini. Namun menurut mereka ada kelompok pengguna ponsel yang masih ‘toleran’ dengan mobile marketing selama dalam porsi tertentu. Hal ini dikarenakan para pengguna lebih percaya pada pesan yang dikirim operator daripada pihak luar. 

 

Dalam survei tersebut, YouGov melibatkan operator seluler besar seperti Vodafone, T-Mobile, TIM, Orange, Telefonica dan American Movil dan mengambil sampel dari 2198 pengguna di Inggris. Data tersebut diambil survei yang dilakukan November – Desember 2010. Berikut insight yang bisa diambil dari data tersebut:

 

  1. SMS masih jadi sarana utama. Sekitar 61 persen responden mengatakan bahwa SMS masih merupakan sarana komunikasi yang mereka pilih jika mobile marketing disebarkan ke ponsel mereka. Sekitar 51 persen mengatakan bahwa pesan mobile marketing via SMS kalau bisa dikirim dengan layanan pesan lain seperti voicemail atau konfirmasi top-up.
  2. Operator seluler lebih dipercaya daripada pihak lainnya ketika pesan mobile marketing via SMS dikirimkan. Sekitar 52 persen mengakatan hal tersebut, hanya 8 persen yang mengatakan sebaliknya. Namun sekitar 88 persen responden mengatakan tidak setuju jika pesan mobile marketing yang dikirmkan operator merupakan promosi untuk pihak ketiga. Sekitar 72 persen dari mereka mengatakan akan mengganti operator jika promosi seperti itu terus dilakukan dan 21 persen sisanya mengaku akan langsung mengganti operator mereka.  Tentu saja ada batasan dalam pengiriman pesan, hanya 14 persen yang bersedia menerima mobile marketing via SMS lebih dari dua kali sebulan. Sisanya mengatakan tidak boleh lebih dari satu bulan sekali. 
  3. Bahwa pengguna lebih suka membaca mobile marketing yang mempromosikan produk-produk yang berhubungan dengan ponsel mereka. 

 

Survei juga menemukan bahwa 59 persen konsumen lebih suka mendapatkan penawaran mobile dari operator seluler mereka. Ketika ditanya mengenai saran responden mengenai mobile marketing, sekitar 15 persen responden mengatakan suka pesan personalised. Sekitar 13 persen suka dikirimi mengenai diskon, penawaran upgrade ponsel (8 persen), pemberitahuan personalised saat ada layanan baru diluncurkan (4 persen).