Tentunya sosial networking telah menjadi salah satu sasaran pemasaran produk yang penting, tapi apakah sebuah startup perlu menyewa jasa ahli sosial media untuk mengetahui seluk beluknya?
Pertama tentu saja yang paling penting tetap kualitas produk. Jika Anda berencana menjual produk kelas dua dengan promo besar-besaran, cara ini hanya akan berhasil sementara sampai pengguna mengetahui kualitas produk itu sebenarnya.

Tetapkan Tujuan dan Agenda
Agenda adalah hasil akhir apa yang Anda ingin ciptakan sedangkan tujuan adalah bagaimana pengguna akhirnya mau mencoba produk Anda. Sebenarnya agenda startup yang mau menggunakan social media hanya satu: menghasilkan uang. Followers di Twitter dan Likes Facebook adalah alat yang bagus untuk promosi tetapi jika tidak bisa menggunakannya dengan baik malah akan merugikan.

CEO MarketMeSuite, Tammey Fennel, pernah berkata bahwa social media bukan hanya keran sumber penghasilan, tetapi merupakan ’paket’ hubungan yang dibangun dengan para pelanggan. Perlu strategi yang terorganisir dan tidak boleh terlepas dari strategi pemasaran utama.

Ketika membicarakan tujuan penggunan social media, tentunya adalah memberikan kepuasan pengguna—terdengar amat sederhana bukan?. Semua usaha yang diperlukan untuk berinteraksi dengan para pengguna perlu dipikirkan masak-masak sehingga mau menggunakan produk yang Anda ciptakan. Kalaupun mau menggunakan jasa social media expert yang perlu diingat adalah menarik tujuan Anda ke mereka, bukan sebaliknya.

Bagaimanakah Membangun Hubungan dengan Pelanggan?
Bagunlah hubungan seperti halnya membangun hubungan dengan orang di dunia nyata. Cari tahu apa yang mereka butuhkan dan berikan. Daripada sekedar menghitung jumlah follower atau like atau +1 –yang bisa menurun atau meningkat kapan saja—Anda perlu memikirkan cara untuk meningkatkan komunikasi dengan pelanggan.

Pelanggan dapat dengan mudah datang dan pergi, karena mereka bisa melakukannya. Tidak penting seberapa loyal mereka di masa lalu. Yang penting diingat adalah mengurusi pelanggan itu lebih mudah daripada mendapatkan kembali pelanggan yang sudah angkat kaki.

Tentu saja untuk itu kepercayaanlah yang penting dipupuk. Daripada uang, kepercayaan adalah mata uang universal di dunia pemasaran saat membicarakan cara pemasaran yang paling efektif: word of mouth. Mengingat kepercayaan itu sesuatu yang sulit didapat dan mudah sekali hilang.
Seperti halnya hubungan antarmanusia, hubungan antara startup dan penggunanya memerlukan waktu. Startup harus menyediakan waktu untuk menjawab pertanyaan, menampilkan blog post, atau mengajukan pertanyaan, serta segala sesuatunya yang dibutuhkan untuk mendapatkan kepercayaan. Apakah Anda mau mempercayakan hubungan penting dengan para pelanggan dengan pihak ketiga seperti social media.

Apakah dengan Menyewa Social Media Expert Akan Setimpal?
Tentu saja akan bergantung pada seberapa baik perusahaan Anda, jika hanya ingin mengetahui bagaimana cara kerja social media maka tidak akan setimpal. Co-founder Buffer, Leo Widrich, pernah berkata bahwa tidak perlu menyewa orang baru untuk membangun dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan. Biarkan tim Anda sendiri untuk berinteraksi dengan mereka.
Mungkin dengan melakukan semua itu sendiri akan menghabiskan banyak waktu, namun itu adalah bagian dari proses. Jika Anda terlalu ‘sibuk’ mengembangkan produk, mungkin jadikan itu dulu prioritas Anda sebelum memasuki dunia social media. Kecuali, tentu saja, perusahaan Anda sudah begitu mapan sehingga memerlukan social media expert.

Sebenarnya menyewa social media expert bukanlah ide yang buruk, tetapi harus memperhatikan keadaan perusahaan. Buat apa menyerahkan suatu tugas penting ke orang lain jika tim Anda— yang lebih mengerti—bisa melakukannya.