Sejak diperkenalkan, pelan-pelan gift card menjadi populer di kalangan umum di Amerika. Gift card ini merupakan metode pembayaran orang ke orang yang sering digunakan terutama di musim liburan. Di musim liburan lalu, angka penjualan US$ 91 miliar melalui gift card mencapai US$ 91 miliar.

Kemudahan yang dijanjikan gift card memicu pertumbuhan pengguna. Meskipun penggunaan kartu kredit juga meningkat, namun ada kecenderungan proses pembayaran dan pemerian hadiah yang dapat dilakukan siapapun, dimanapun dan kapanpun mengubah konsep kenyamanan bertransaksi.

Setidaknya ada tiga faktor yang mengubah konsep tersebut:

1.       Meningkatnya Digital Gifting

Bisnis digital gifting perlahan berkembang karena dengan cara ini mereka dapat membedakan diri dengan kompetitor mereka. Secara tidak langsung akan memudahkan aliran keuntungan masuk ke kantung pemainnya. Menurut RSR Research, pada akhir 2010, setengah dari Top 100 usaha retail online menawarkan digital gift card. Pada Januari, Starbucks memperkirakan setidaknya 20 persen pemberian gift card akan mendomnasi bisnis digital gifting. Sementara Urban Wallce Associates mencatat ada peningkatan 150 persen dalam pembelian digital gift card bila dibandingkan tiga tahun lalu di AS.

2.       Barang-barang Virtual

Faktor kedua adalah meningkatnya pembelian dan pemberian barang virtual. Pasar ini saja sudah mencapai US$ 2 miliar di AS menurut Inside Network Research. Masyarakat sangat suka memberikan barang-barang virtual seperti kue virtual, baju, bunga dan berbagai item dari Farmville. Maka setelah masyarakat terbiasa membeli barang virtual ini, masyarakat tidak akan kaget menerima gift card yang bisa dibelikan barang sebenarnya. Facebook dan Zynga telah menjual gift card di toko-toko retail, dimana penggunanya dapat membeli barang virtual maupun barang yang sebenarnya.

3.       Personalisasi

Kartu kredit tidak akan tahu siapa penggunanya kecuali identitas penting. Di jaman digital ini, personalisasi amat penting dan gift card adalah cara yang bisa melakukannya. Memberi gift card terasa lebih personal karena menceriminkan siapa kita. Misalnya program eGifting dari The Home Depot, yang memungkinkan penggunanya mengunggah foto dan video di gift card.

Misalnya check in di Starbucks Foursquare saat merayaan 40 tahun Starbucks. Mereka memberikan 600 pengguna untuk check in dan mendapatkan giftcard.

Masa kartu kredit sudah hampir berakhir, dan pemberian barang digital menciptakan kemudahan dan proses instan. Jika lupa membeli kado tinggal memberikan gift card ke mereka. Dan penggunannya yang mudah ini telah menarik banyak minat. Starbucks saja telah menghasilkan US$ 3 juta jumlah transaksi lewat pembayaran digital.