Matthew McConaughey sudah wara-wiri di industri film Amerika ber-genre komedi romantis sejak debut pertamanya pada 1993 dalam My Boyfrind’s Back. Meskipun pernah membintangi beberapa genre lain namun predikat bintang komedi romantis terlalu melekat padanya karena jarang mendapatkan peran serius. 

 

Lewat film terbarunya, The Lincoln Lawyer, McConaughey seakan membuktikan kemampuan aktingnya di peran yang cukup sulit dimainkannya yaitu Mickey Haller. Dalam film yang diangkat dari novel laris berjudul sama karya Michael Connelly, dikisahkan bahwa Haller adalah seorang pengacara yang berkantor di mobil yang selalu dikendarai supirnya. Haller adalah pengacara yang sukses karena hampir selalu memenangi kasusnya.

 

Saat Haller ingin mengakhiri karirnya sebagai pengacara, Haller mendapatkan kasus perkosaan dan percobaan pembunuhan yang dilakukan playboy kaya yang diperankan baik oleh Ryan Phillippe bernama Louis Roulet.  Haller membela Louis untuk memenangkan kasusnya, namun pada perkembangan selanjutnya Haller mulai mencurigai bahwa Louise bersalah. Di sinilah konflik film ini bermula, Louis berusaha meyakinkan Haller bahwa dirinya tak bersalah  sedangkan Haller merasa sebaliknya. Konflik Haller juga tidak hanya di situ saja tetapi juga berujung pada usaha membayahakan keselamatan Haller dan orang-orang di sekitarnya. 

 

Sutradara Brad Furman mencoba membuat bimbang penonton film ini dalam menentukan siapa yang salah dan siapa yang benar. Furman membuat struktur film menjadi  kilas balik seperti dalam The Social Network. Secara keseluruhan, The Lincoln Lawyer menggunakan budaya popular di Amerika untuk memunculkan kesadaran kaum urban.