Tantangan besar TI saat ini adalah pertumbuhan konten tak terstruktur seperti yang terjadi di layanan komputasi awan privat ataupun organisasi dengan banyak kantor cabang yang letaknya berjauhan. Keadaan ini berlawanan dengan kebutuhan untuk mengurangi biaya, kompleksitas, dan risiko yang muncul dari pengelolaan konten itu. Ruang lingkup yang semakin luas tanpa adanya dukungan teknologi yang mampu mengintegrasi setiap storage mengakibatkan biaya yang dikeluarkan semakin besar dan tentunya risiko keamanan juga meningkat.

 

Melihat fakta ini, HDS (Hitachi Data Systems) mengeluarkan teknologi baru yang mampu menyederhanakan dan mempercepat adopsi komputasi awan melalui infrasturktur yang terintegrasi. HDS mengeluarkan dua solusi yang saling terintegrasi yaitu Hitachi Content Platform (HCP) v4 dan Hitachi Data Ingestor. HDS mengklaim HCP v4 mampu menyederhanakan sistem storage sehingga cukup menampilkan satu obyek kepada pengguna dan aplikasi.

 

HCP v4 meniadakan sistem backup berbasis tape dan memiliki fitur chargeback, yaitu kemampuan menghitung pemakaian kapasitas (storage dan layanannya) dalam nilai uang. Selain itu, HCP v4 terintegrasi dengan solusi virtualisasi dan dengan menggunakan Hitachi Data Ingestor mampu berdaptasi dengan lingkungan yang dimiliki saat ini. Hal ini berimbas pada menurunnya biaya operasional karena mampu memperpanjang nilai investasi dan memaksimalkan tingkat pengembalian aset.

 

“Melalui kedua solusi ini, perusahaan kelas enterprise dan penyedia layanan Awan bisa menciptakan jasa-jasa berbasis Awan dengan mudah, cepat dan berbiaya efektif,” ujar Miki Sandorfi, Chief Strategist, File, Content and Cloud, Hitachi Data Systems (22/11).

 

Fitur terbaru HCP v4 antara lain piranti chargeback dan pengaturan kuota untuk membantu pengawasan dan pengelolaan storage, kompresi pengendalian versi dan pengaturan kebijakan storage sehingga bisa beroperasi secara lebih efisien, skalabilitas tinggi mulai dari kapasitas terpakai puluhan terabyte hingga 40 petabyte (PB) dalam satu klaster fisik. Selain itu, kemampuan multitenancy yang dimiliki membuat satu sistem yang berjalan mampu melayani banyak organisasi (tenant) sekaligus.  

 

Sedangkan Hitachi Data Ingestor dilengkapi dengan fitur baru, seperti akses read/write CIFS dan NFS, migrasi data dari HCP dan menjaga link lokal ke konten, mendukung otentifikasi Active Directory dan LDAP, dan menyediakan cache lokal untuk pengambilan konten yang sering diakses, serta beberapa fitur lainnya. (metriastria)