Menurut riset yang dilakukan tim R&D Asus, rata-rata tiap pengguna notebook melakukan kegiatan yang berhubungan dengan audio selama 9,27 jam misalnya mendengarkan musik, menonton film dan games dll. Dengan data ini Asus mencoba membidik pasar premium dengan menghadirkan notebook Asus NX90. Dengan layar sebesar 18,4 inci dan speaker yang terpasang di kanan dan kiri layar, pengguna mendapatkan kualitas audio dan video jauh lebih baik daripada notebook biasa.

 

Untuk kualitas audio Asus mengandalkan Sonic Master Premium yang dikembangkan Asus dan Bang & Olufsen ICEpower. Dengan chamber speaker yang jauh lebih besar dari rata-rata notebook biasa yaitu 108 cc dan transducer kembar yang masing-masing berukuran 32mm. Kualitas suara yang dihasilkan dapat dengan jelas terdengar tanpa menjadi pecah tanpa distorsi meski di ruangan terbuka.

 

Desain yang dibuat juga bukan sesuatu yang standar. Desainer David Lewis (Bang & Olufsen) sengaja mendesain Asus NX90 dengan tampilan mewah dengan polished alumunium. Produk ini juga dilengkapi dengan dua touchpad di kanan dan di kiri keypad, sehingga memudahkan bagi pengguna terutama yang kidal.

 

Selain Asus NX90 yang ditujukan untuk kalangan high-end, Asus juga meluncurkan versi middle-end untuk NX90, yaitu Asus N43 yang memiliki Sonic Master versi standar dan layar yang lebih kecil. Selain kedua produk tersebut diluncurkan juga Asus U43 Bamboo Series yang ditunjukan bagi para pengguna yang cinta lingkungan. Kemasan produk U43 Bamboo Series menggunakan bambu yang dapat 100 persen dapat didaur ulang. Asus mengklaim penggunaan bambu mampu menghemat pengguaan plastik hingga 25 persen.

 

Harga yang ditawarkan memang masih cukup mahal. Asus N90 dijual dengan kisaran harga US$ 2609 (kira-kira Rp25 juta), Asus N43 dibandrol US$1259 (kira-kira Rp11 juta) dan Bamboo Series dijual US$ 1209. Ketiga produk ini telah tersedia di Indonesia mulai November tahun ini.
(wayanmeidawati)