Garmin-Asus menambah maraknya pasar smartphone android dengan meluncurkan smartphone navigator A10 dan A50 setelah sebelumnya meluncukan seri M10. Ponsel pintar ini dilengkapi mode navigasi yang langsung dapat digunakan tanpa harus mengunduh peta dari server yang disediakan pihak ketiga sehingga tidak menambah biaya akses data. Dijalankan dengan OS Android 2.1, ponsel pintar di-bundling dengan Telkomsel.

 

Ponsel pintar berlayar sentuh 3,2 inci untuk A10 dan 3,5 inci untuk A50 diperuntukan bagi pengguna yang membutuhkan navigasi dalam berkendaraan maupun dalam berjalan kaki biasa (pedestrian). Untuk mode navigasi berkendaraan, kedua ponsel pintar ini dapat digunakan langsung karena dilengkapi car-mounting, powered-audio mount dan car-mount seperti layaknya navigasi GPS di kendaraan. Untuk mode pedestrian, kedua ponsel pintar ini sudah dilengkapi walking mode dan Street View dari Google Maps. A10 dan A50 mempunyai dual prosesor yaitu TPU dan EPU yang dapat menghemat 84% energi baterai dan juga 37% lebih cepat.

 

Garmin Asus A10 yang diperuntukan untuk usia muda aktif mempunyai SD RAM dan ROM lebih besar dari pada A50 yaitu 512 MB, sedangkan A50 hanya 256 MB SD RAM dan ROM. Kamera Garmin Asus A10 juga lebih kuat dengan 5 MP sedangkan A50 berkekuatan 3.2 MP. Harga yang ditawarkan untuk A10 adalah Rp3.799.000 sedangkan untuk A50 adalah Rp3.499.000

 

Country Manager Asus Indonesia, Wiliam Halim, mengatakan bahwa target penjualan A10 dan A50 ini hingga 35% dari market share ponsel pintar berplatform android dan akan dipasarkan 60% di Jakarta dan sekitarnya. Asus sendiri telah meraup untung global 7.661 miliar dolar tahun lalu sedikit turun dibandingkan dengan 2008 dikarenakan krisis ekonomi global. Wiliam berharap dengan dikeluarkannya produk ini maka penjualan Asus akan kembali naik. (wayan_jayani)