The Disappereance of Alice Creed merupakan film menegangkan yang mengisahkan gadis korban penculikan terencana. Namun satu hal yang tidak diperhitungkan penculiknya, gadis tersebut bisa melawan balik!

 

Film langsung dimulai dengan adegan dua orang lelaki yang berbelanja untuk di toko peralatan biasa, tidak ada dialog dalam adegan tersebut. Sutradara dan penulis skenario, J. Blakeson, mencoba membawa penonton langsung pada situasi misterius dan menegangkan. Tak lama adegan penculikan dimulai kedua orang lelaki tadi. Adalah gadis anak konglomerat, Alice Creed (Gemma Arterton) yang diculik demi tebusan £2 juta oleh Vic (Eddie Marson) and Danny (Martin Compston). Dia diikat, dibekap, dan dipaksa dimasukan dalam mobil van putih dengan perlawanan.

 

Setelah foto Alice yang dalam penahanan diterima ayahnya, ayahnya belum percaya sepenuhnya kalau Alice masih hidup, sehingga meminta Vic dan Danny untuk membuat video Alice. Gemma Arterton dengan lihai memainkan peran Alice yang ketakutan, panik dan juga yang sudah dipermalukan tetapi masih ada kemauan untuk bertahan dan melawan. Di sinilah mind game—yang menjadi inti film ini—dimulai. Karakter Alice yang bersemangat dan kuat mulai melawan mind game penculiknya. Sehingga membuat film ini menarik.

 

Mengingat film ini hanya ada tiga tokoh, J. Blakeson nampaknya betul-betul meramu skenarionya maksimal. Tiap tokoh dalam film ini memiliki karakter yang kuat. Tarik ulur mengenai kepecayaan dan pengkhianatan akan jadi bumbu utama film ini. J. Blakeson sengaja membeberkan motif Vic dan Danny di awal film. Kelihatannya sederhana, hanya demi uang. Namun pada pertengahan film baru kemudian terungkap banyak hal dan ternyata tidak lah sesederhana itu. Film ini juga mengangkat tema klasik mengenai kesenjangan sosial si kaya dan si miskin, namun dengan sedikit bumbu ambisi dan impian untuk kebebasan, kita akan mengerti motif penculikan, terutama dari sisi Danny. "The Disappereance of Alice Creed" juga menampilkan wajah abu-abu antara kebaikan dan kejahatan sehingga terkadang membuat dilema penonton.

 

"The Disappereance of Alice Creed" merupakan sebuah pembuktian bahwa film yang hanya terdiri dari tiga tokoh dan satu setting utama—yang berupa apartemen dua kamar yang kedap suara—menjadi salah satu film yang diperhitungkan. Karena film ini memberikan pesan untuk berpikir outside the box untuk mendapatkan yang kita inginkan.

(wayan.meidawati)