Angelina Jolie kembali bermain di film bergenre action and adventure dalam “Salt” yang telah diputar premier pada 23 Juli di Amerika Serikat. Film ini mengangkat cerita mengenai seorang agen top CIA wanita bernama Evelyn Salt yang telah lama mengabdi pada negaranya, dituduh membelot dan menjadi agen ganda Rusia. Dalam film berdurasi 99 menit ini, Salt berusaha membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah sekaligus mencari siapa yang telah membuat konspirasi menjatuhkannya.

 

Meskipun banyak scene action yang seru, beberapa kritikus film menilai film ini terlalu mudah ditebak jalan ceritanya dan cukup menggelikan karena masih memakai isu agen ganda Rusia setelah 11 tahun perang dingin berakhir. Eksekutif produser “Salt”, Lorenzo di Bonaventura, tidak terlalu menanggapi hal tersebut karena sebelumnya ia sudah berkonsultasi dengan mantan agen CIA dan menyatakan agen ganda Rusia itu masih ada di Amerika Serikat sehingga fakta film ini masih bisa dipertanggungjawabkan.

 

Sutradara Phillip Noyce—yang pernah bekerja sama dengan Jolie dalam The Bone Colector—membuat Salt dengan sedikit edgy dan banyak menggunakan low camera angle dan berusaha mengemasnya dengan banya scene action yang cukup berbahaya. Namun pada dasarnya hampir semua kritikus film setuju pada satu hal. Mereka menilai akting Angelina Jolie yang all out mendongkrak larisnya film ini. Sampai minggu ini, pendapatan “Salt” melesat naik mengungguli “Despicable Me” dan bertengger di urutan kedua box office Amerika Serikat dengan US$ 36 juta.

 

Sebelumnya Jolie dikabarkan melakukan banyak scene berbahaya tanpa pemeran pengganti (stuntman). Koordinator stuntman untuk Salt, Simon Crane, membenarkan Angelina Jolie memang melaukan scene melompat dari jembatan dan dari helikopter sendirian. “Dia benar-benar tidak takut ketika berada di ketinggian,” kata Crane. Film "Salt" diharapkan akan mengubah selera pasar mengenai pahlawan perempuan seperti yang pernah terjadi pada “Tomb Raider” dan “Resident Evil”. Two thumbs up Jolie!

 

(wayan.meidawati)