Sony kembali menghadirkan inovasi terbarunya. Kali ini, perusahaan asal Jepang ini memperkenalkan sebuah layar yang dapat digulung. Bahkan, saking tipis dan fleksibelnya, layar berwarna itu bisa digulung pada sebatang pensil. Teknologi layar yang dikembangkan dengan Organic Thin-Film Transistors (OTFTs) dan semikonduktor aktif menjadikan layar ini memiliki kemampuan menggulung walaupun sedang menyala sekalipun.

 

Inovasi Sony Corporation ini diumumkan pada 27 Mei lalu saat diadakannya SID (Society for Information Display) 2010 di Seattle, AS. Layar yang disebut OLED (Organic Light Emitting Diode) ini sangat fleksibel dan hanya memiliki ketebalan 80 μm dan ukuran 4,1 inchi dan OTFT 121 ppi yang dapat dibungkus di sekitar silinder tipis. Untuk membuat layar ini, Sony mengembangkan OTFTs dengan bahan semikonduktor organik asli (turunan PXX) dengan delapan kali  modulasi daripada OTFTs konvensional. Hal ini disebabkan perkembangan teknologi integrasi OTFTs dan OLEDs pada substrat fleksibel ultra-tipis mencapai 20 μm dan isolator organik yang lembut untuk semua isolator yang terpasang di sirkuit integrasi. 

 

Dengan menggabungkan teknologi ini, Sony berhasil menunjukkan panel OLED pertama di dunia yang mampu mereproduksi gambar bergerak ketika sedang berulang kali digulung (pada sebuah silinder dengan radius 4 mm) dan meregang.

 

"Bahkan ketika layar digulung dan diputar hingga 1.000 kali serta direnggangkan, kemampuan layar dalam menghasilkan gambar bergerak tidak menurun," demikian juru bicara Sony.

 

Proses ini membutuhkan langkah yang lebih sedikit serta mengkonsumsi bahan dan energi secara lebih efisien, dan tentunya memiliki dampak lingkungan yang lebih kecil dibandingkan dengan proses yang menggunakan semikonduktor vakum konvensional yang bersuhu tinggi dan menggunakan bahan anorganik seperti silikon.

 

Pihak Sony juga mengumumkan akan terus meningkatkan kinerja dan kehandalan layar fleksibel organik, karena penerapan perkembangan teknologi ini diharapkan menghasilkan layar yang tipis, ringan, dan tahan lama. Pengembangan ini juga dimaksudkan untuk diaplikasikan ke perangkat mobile. Dengan layar seperti ini, ponsel nantinya akan menjadi lentur dan mudah dilekuk-lekuk seperti contoh konsep yang sudah sering beredar di internet. Misalnya saja konsep dari Nokia yang ingin membuat telepon genggam yang lentur dan mudah dilekukkan, serta dapat dilingkarkan di tangan. [Sahnath Assiry]